Elita menilai, kendala teknis yang masih terjadi harus segera dituntaskan agar tidak menghambat pelayanan kepada masyarakat.
Sebab, penerapan sistem parkir elektronik merupakan langkah maju dalam meningkatkan transparansi dan tata kelola retribusi daerah.
“Kami mendukung modernisasi sistem parkir ini, tetapi jangan sampai dipaksakan beroperasi jika masih ada kerusakan. Pastikan semuanya sudah layak dan aman digunakan,” tegasnya.
Untuk itu, ia meminta pihak ketiga selaku pelaksana proyek bertanggung jawab penuh atas kerusakan portal yang masih bermasalah. Proses perbaikan, kata dia, tidak boleh berlarut-larut karena menyangkut pelayanan publik.
“Kalau memang masih dalam masa tanggung jawab pihak ketiga, maka harus segera diselesaikan. Jangan sampai pemerintah daerah dirugikan,” ujarnya.
Selain itu, Politis Partai Golkar itu mendorong agar pengawasan dari dinas teknis, termasuk DPUPR Berau diperketat hingga proses serah terima benar-benar tuntas.
Ketika sistem resmi diterapkan, ia berharap parkir elektronik di Pasar SAD dapat berjalan optimal selama 24 jam sesuai rencana, sekaligus meningkatkan kenyamanan pedagang dan pengunjung.
“Kalau sudah siap, tentu ini akan sangat membantu penataan pasar dan meningkatkan pendapatan daerah secara lebih transparan,” pungkasnya. (Adv)
Editor: Aspian Nur