Jelang Nataru, Ekonomi UMKM Berpotensi Terganggu Jika Pasokan BBM & LPG Tak Stabil
1 menit baca0 kali dibaca

Penulis : Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, perhatian publik kembali tertuju pada isu kelangkaan BBM dan LPG 3 kilogram.
Namun di balik persoalan itu, sektor yang paling merasakan dampak langsung adalah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Para pedagang kuliner, pengolah ikan rumahan, hingga pelaku industri kecil berbahan bakar gas mengaku cemas jika suplai energi kembali tersendat pada momen akhir tahun.
Sorotan terhadap hal ini turut disampaikan Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, bukan sebatas pada distribusi energi untuk transportasi dan nelayan, tetapi juga untuk menjaga roda ekonomi kecil agar tetap berputar.
Menurutnya, bila stok BBM dan LPG terganggu, maka pelaku UMKM akan menjadi pihak pertama yang merasakan dampaknya, mulai dari kenaikan biaya operasional hingga terhentinya proses produksi.
“Kalau bahan bakar langka, usaha kecil pasti terpukul. Padahal UMKM adalah penggerak ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Ia meminta pemerintah daerah melakukan pemantauan lapangan secara intensif, termasuk mencegah praktik penimbunan dan permainan harga oleh distributor maupun oknum pedagang.
Politisi Partai Nasdem itu, menilai pengamanan pasokan energi dan bahan pokok merupakan langkah strategis agar perekonomian masyarakat tetap stabil selama momen libur panjang Nataru 2025.
"Momen libur panjang seperti Nataru begini yang riskan. Jadi, saya harap pasokan BBM dan gas LPG harus di kontrol," tandasnya. (adv)










