Agenda dialog bersama masyarakat dan pemerintah kampung berlangsung dinamis dengan sejumlah persoalan mendasar mengemuka, mulai dari penanganan drainase, kekurangan tenaga dokter, hingga meningkatnya angka pengangguran baru.
Dalam kesempatan itu, Sa’ga menegaskan komitmennya untuk mengawal setiap aspirasi yang disampaikan warga agar masuk dalam pembahasan anggaran pada periode pengusulan berikutnya. “Saya akan menindaklanjuti apa yang telah disampaikan. Untuk anggaran 2026 sudah disahkan, jadi kita menunggu realisasi,” kata Sa’ga.
Usulan pembangunan yang diusulkan oleh masyarakat Kampung Tanjung Batu, akan memprioritaskan memyesuaikan anggaran daerah Politisi Komisi III itu juga mendorong perubahan orientasi ekonomi masyarakat yang mulai beralih dari sektor perikanan ke perkebunan.
“Mayoritas daerah yang ekonominya meningkat adalah kampung yang sudah beralih ke perkebunan. Kalau dulu 100 persen nelayan, ke depan bisa jadi 10 perse nelayan dan 90 persen perkebunan. Ini peluang jangka panjang,” ujarnya.
Mengenai kekurangan tenaga dokter serta problem rujukan kesehatan, Sa’ga menyatakan siap membantu komunikasi dengan pemerintah daerah dan pihak puskesmas.
Ia turut menyinggung pengalihan anggaran ambulans yang sebelumnya sempat diusulkan untuk Tanjung Batu namun dialihkan untuk renovasi puskesmas. “Masalah kesehatan ini menyangkut kemanusiaan. Saya akan komunikasikan lagi soal penambahan dokter dan ambulans. Mudah-mudahan masih bisa kita perjuangkan,” tegasnya.
Sementara itu, persoalan pengangguran baru terutama dari kalangan sarjana ikut menjadi perhatian. Dirinya menyebut aturan nasional yang melarang daerah menerima tenaga honorer telah berdampak besar terhadap peluang kerja, termasuk bagi ratusan tenaga yang saat ini kehilangan status kepegawaian.
“Bukan pemerintah daerah yang tidak ingin merekrut, tetapi ada aturan larangan menerima tenaga honor. Kalau aturan nanti berubah, tentu kita akan perjuangkan agar anak-anak kita bisa bekerja,” tutupnya.
Reses ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Tanjung Batu untuk menyampaikan langsung persoalan yang selama ini dirasakan.
Sa’ga menyatakan akan membawa seluruh aspirasi ke tahap pembahasan bersama pemerintah daerah dan instansi teknis terkait. (adv)