Wakil Ketua Komisi I DPRD Berau, Abdul Waris, menilai pengamanan wilayah selama musim liburan panjang tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada aparat, tetapi membutuhkan peran aktif masyarakat sekitar.
Waris menyebut, meningkatnya aktivitas mudik kerap memunculkan celah bagi pelaku kejahatan untuk menyasar rumah kosong.
Melihat kondisi tersebut, ia mendorong tumbuhnya budaya saling mengawasi antarwarga, terutama bagi tetangga yang tetap berada di wilayah masing-masing. “Kebersamaan dan saling peduli merupakan kunci agar lingkungan tetap aman meskipun banyak rumah ditinggal berlibur,” tegasnya.
Selain imbauan standar seperti memastikan rumah terkunci, mematikan peralatan listrik, hingga meminimalisir risiko korsleting. "Sebelum berpergian, warga jangan ragu meminta bantuan tetangga untuk melakukan monitoring," ungkapnya.
Dirinya meyakini, kehadiran rasa kebersamaan dapat mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan. Ia juga mengapresiasi ketersediaan fasilitas penitipan kendaraan gratis yang dapat dimanfaatkan untuk mengurangi potensi pencurian saat musim libur panjang.
Namun, Waris menegaskan, keamanan lingkungan tetap menjadi tanggung jawab bersama. “Kalau ada tetangga tinggalkan rumah untuk mudik atau berlibur, kita bantu menjaga. Saat yang lain kembali, situasi tetap aman dan harmonis,” ujarnya.
Waris berharap momentum mudik dapat memperkuat hubungan sosial masyarakat, bukan justru melemahkan kewaspadaan. "Karena, keamanan terbaik tercipta ketika lingkungan saling menjaga tanpa harus diminta," tutupnya. (adv)