Dirinya menilai, langkah Pemerintah Daerah dalam memperketat pengawasan merupakan keputusan tepat, mengingat miras ilegal kerap menjadi pemicu munculnya kenakalan remaja dan perilaku berisiko.
Menurutnya, miras tanpa izin tidak hanya merugikan daerah dari sisi ekonomi dan ketertiban, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang terhadap perkembangan psikologis generasi muda.
“Remaja adalah kelompok yang paling rentan terpengaruh. Sekali mereka terpapar, efeknya bisa berkepanjangan dan sulit dikendalikan,” ujar Ahmad Rifai.
Bahkan, dirinya menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor, mulai dari aparat penegak hukum, pemerintah daerah, hingga tokoh masyarakat untuk memastikan distribusi miras ilegal dapat ditekan semaksimal mungkin.
Pengawasan lingkungan, terutama di sekitar tempat hiburan dan pusat keramaian, harus diperketat agar tidak menjadi celah masuknya alkohol kepada anak di bawah umur.
Rifai menegaskan, edukasi kepada masyarakat dan keluarga harus menjadi prioritas. Dirinya berharap langkah tegas pemerintah dapat menciptakan ruang sosial yang aman dan kondusif bagi perkembangan remaja Berau.
“Pencegahan terbaik adalah memperkuat awareness di lingkungan rumah. Orang tua harus lebih peduli terhadap pergaulan anak,” tandasnya. (adv)
Editor: Erwin