Dirinya menilai langkah ini sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan daerah. Meski demikian, Rudi menegaskan pemerintah perlu memastikan investasi tersebut untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir, bukan hanya bagi pihak investor.
“Kami mendukung penuh program ini, tapi masyarakat lokal harus dilibatkan langsung dalam pengelolaan tambak. Jangan sampai mereka hanya menjadi penonton di tanah sendiri,” ujarnya.
Menurutnya, program budidaya berkelanjutan seperti Shrimp Carbon Aquaculture (SECURE) yang telah diterapkan di Pegat Betumbuk. Hal ini menjadi contoh, bahwa pengelolaan ramah lingkungan dapat meningkatkan kesejahteraan petambak tanpa merusak ekosistem.
Dirinya juga mendorong pemerintah daerah menyiapkan regulasi pendukung untuk menjaga kelestarian mangrove dan mencegah alih fungsi lahan secara berlebihan.
“Kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan harus berjalan seimbang. Itu kunci keberhasilan ekonomi biru di Berau,” tandasnya. (Adv)
Editor: Erwin