Ketua Komisi III DPRD Berau, Liliansyah, menyebut program ini sebagai langkah strategis untuk memperkecil kesenjangan digital antarwilayah.
Menurutnya, langkah ini menjadi terobosan penting dalam mempercepat pemerataan akses digital hingga ke pelosok daerah.
Dirinya menilai kehadiran internet di kampung bukan sekadar soal kemudahan berkomunikasi, tetapi juga membuka peluang peningkatan kualitas pelayanan publik, pendidikan, dan ekonomi masyarakat. “Program ini harus benar-benar menyentuh kampung yang masih terisolasi jaringan. Jangan hanya terfokus di wilayah yang sudah terlayani,” ujarnya, Selasa (4/11/2025).
Tak hanya itu, pihaknya juga akan terus mengawal pelaksanaan program tersebut agar tuntas sesuai target sebelum akhir tahun anggaran 2025.
Selain itu, ia mendorong agar Pemkab Berau menyiapkan langkah lanjutan berupa pelatihan literasi digital bagi perangkat kampung dan masyarakat. “Internet gratis harus diiringi kemampuan memanfaatkannya dengan bijak. Dengan begitu, manfaatnya bisa dirasakan luas dan berkelanjutan,” pungkas Liliansyah. (adv)