Anggota Komisi II DPRD Berau, Sri Kumalasari menegaskan pentingnya memperluas jangkauan program hingga ke pelosok, agar anak-anak di wilayah terpencil juga merasakan manfaat gizi yang sama seperti di perkotaan.
Menurutnya, kondisi geografis Berau yang luas dan banyak kampungnya berada di daerah pedalaman membuat perluasan sasaran menjadi langkah realistis.
“Kami mendukung penuh upaya pemerintah daerah agar program nasional ini tidak hanya dinikmati kampung tertentu. Semua warga, terutama anak-anak di daerah terpencil, berhak mendapatkan asupan gizi yang layak,” ujarnya.
Politisi partai Golkar itu menekankan, program MBG sejalan dengan upaya daerah dalam mengentaskan persoalan ketahanan pangan dan stunting.
Ia berharap, pendataan dari pusat dapat disesuaikan dengan fakta lapangan agar tidak ada wilayah yang terlewat dari bantuan.
Lebih lanjut, politisi perempuan ini mengapresiasi rencana Dinas Pangan yang akan memanfaatkan pangan lokal sebagai bahan utama dalam dapur MBG. Selain menjaga keberlanjutan program, hal itu juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat kampung.
“Pendekatan ini tidak hanya menyehatkan, tapi juga memberdayakan. Masyarakat bisa menjadi pemasok sayur, ikan, atau hasil tani lokal untuk dapur MBG,” terangnya.
Ia menegaskan, DPRD siap mendorong sinergi lintas sektor agar program ini berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Yang terpenting, tidak ada lagi kampung di Berau yang tertinggal dalam pemenuhan gizi,” tutupnya. (Adv)
Editor: Erwin