Hal itu juga respons positif oleh Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina. Namun, ia menekankan pentingnya kesiapan daerah, termasuk Kabupaten Berau, agar mampu memanfaatkan peluang besar dari program tersebut.
Menurut Elita, program magang berskala nasional yang menyasar 20 ribu lulusan baru ini menjadi momentum bagi daerah untuk menghubungkan para lulusan pendidikan menengah dan tinggi dengan dunia industri lokal.
“Ini program yang sangat baik untuk menekan angka pengangguran. Tapi jangan sampai Berau hanya jadi penonton,” ujarnya.
Ia menilai, keberadaan sektor-sektor strategis di Berau seperti pertambangan, perkebunan, pariwisata, dan perikanan dapat menjadi lahan potensial untuk membuka peluang magang yang relevan dengan kebutuhan tenaga kerja di lapangan.
“Kita punya banyak perusahaan besar dan UKM yang sebenarnya bisa menjadi mitra pelaksana magang. Tinggal bagaimana Pemerintah daerah bersama Disnaker dan perusahaan duduk bersama menyusun peta kebutuhan tenaga kerja,” tegasnya.
Elita juga mengapresiasi adanya insentif dari pemerintah pusat setara upah minimum selama enam bulan bagi peserta magang.
Menurutnya, kebijakan itu dapat meringankan beban peserta dan memotivasi mereka untuk beradaptasi dengan dunia kerja.
Namun, ia mengingatkan agar proses seleksi berjalan transparan dan tidak menimbulkan kesenjangan antardaerah. “Magang ini bukan sekadar belajar kerja, tapi membangun karakter dan kompetensi profesional,” tuturnya.
Dengan adanya dukungan dan sinergi lintas sektor, Elita berharap Kabupaten Berau bisa menjadi salah satu daerah yang sukses memanfaatkan program Magang Nasional ini untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan daya saing tenaga kerja lokal.
“Tentu kami akan mendorong agar Berau aktif mengirimkan peserta dan memastikan perusahaan di daerah ikut ambil bagian dalam magang nasional ini,” tutupnya. (Adv)
Editor: Erwin