Menurutnya, langkah tersebut merupakan keputusan strategis agar aset kesehatan bernilai tinggi itu dapat berfungsi optimal sekaligus memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Elita menilai, keberadaan alat hiperbarik sangat penting bagi daerah seperti Berau yang memiliki potensi besar di sektor kelautan dan pariwisata, khususnya wisata selam.
“Selama ini hambatan perizinan membuat alat itu tidak bisa dioperasikan. Dengan dipindahkan ke rumah sakit, tentu akan lebih mudah dalam hal legalitas, SDM, dan juga pembiayaan melalui BPJS Kesehatan,” jelasnya, Kamis (30/10/2025).
Selain itu, Elita menegaskan pentingnya dukungan anggaran dan kebijakan lanjutan dari pemerintah daerah agar proses pemindahan dan pengoperasian alat berjalan lancar.
Ia mendorong agar pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) menjadi prioritas.
“Tidak cukup hanya memindahkan alat, tapi juga harus disiapkan tenaga ahli yang mengoperasikannya. DPRD siap mendukung dari sisi kebijakan dan anggaran agar SDM di bidang hiperbarik bisa segera tersedia,” katanya.
Menurutnya, aset kesehatan senilai besar seperti alat hiperbarik tidak boleh dibiarkan menganggur terlalu lama.
Pemanfaatan secara maksimal bukan hanya untuk peningkatan layanan kesehatan, tetapi juga dapat menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) jika dikelola dengan baik.
Elita berharap, sinergi antara eksekutif dan legislatif terus diperkuat agar program revitalisasi fasilitas kesehatan seperti ini tidak berhenti di perencanaan.
“Kami di DPRD akan terus mengawal agar alat hiperbarik benar-benar difungsikan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Berau,” tutupnya. (Adv)
Editor: Erwin