Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, menyampaikan bahwa arah kebijakan pendidikan di daerah harus tetap berpijak pada kearifan lokal, terutama dalam menjaga eksistensi bahasa Banua sebagai identitas budaya masyarakat Berau.
Menurutnya, setiap kebijakan nasional hendaknya tidak hanya fokus pada inovasi, tetapi juga memperhatikan kesiapan dan kapasitas daerah.
“Kami mendukung langkah pemerintah pusat memperluas wawasan siswa terhadap bahasa asing seperti Portugis, namun penerapannya harus realistis. Jangan sampai menambah beban kurikulum di daerah yang belum siap,” ujar Dedy, Kamis (30/10/2025).
Dedy menilai langkah Dinas Pendidikan (Disdik) Berau yang lebih memprioritaskan pelestarian bahasa Banua merupakan kebijakan yang sejalan dengan semangat membangun karakter generasi muda daerah.
Dirinya menegaskan DPRD Berau akan terus mendukung program pendidikan berbasis lokal yang memperkuat jati diri dan kebanggaan masyarakat.
“Bahasa daerah adalah bagian dari identitas. Ini bukan sekadar pelajaran, tetapi bagian dari pelestarian budaya kita,” tuturnya.
DPRD Berau akan terus mendorong keseimbangan antara bahasa nasional, daerah, dan asing dalam sistem pendidikan daerah.
Baginya, penguasaan bahasa asing penting untuk membuka peluang global, tetapi pelestarian bahasa daerah adalah dasar untuk mempertahankan jati diri bangsa.
“Kami siap mendukung kebijakan nasional, selama tetap memberi ruang bagi kekhasan loka,” pungkasnya. (Adv)
Editor: Aspian Nur