Ketua DPRD Kabupaten Berau, Dedy Okto Nooryanto, menilai momen ini bukan sekadar peringatan historis, tetapi panggilan bagi generasi muda untuk mengambil peran nyata dalam menjaga keberlanjutan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
Menurut Dedy, pemuda hari ini tidak hanya berperan sebagai penerus, tetapi juga penggerak utama perubahan di berbagai sektor kehidupan.
“Kita berada di masa yang menuntut konsistensi dan partisipasi aktif. Pemuda adalah agen penggerak, inovator, sekaligus penjaga nilai persatuan,” ujarnya, Selasa (28/10/2025).
Dalam konteks lokal, Dedy menekankan pentingnya semangat Sumpah Pemuda diterjemahkan dalam kerja konkret membangun daerah.
Dirinya menilai, potensi Berau yang besar harus dioptimalkan melalui peran kreatif generasi muda, mulai dari pengembangan ekonomi kreatif, pariwisata berbasis budaya, hingga pengolahan hasil alam lokal.
“Banyak ide luar biasa dari anak muda Berau. Tugas kami di legislatif bersama pemerintah daerah adalah menciptakan ruang agar kreativitas itu bisa berkembang,” tegasnya.
Selain mendorong inovasi, Dedy juga menyoroti pentingnya pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman tanpa meninggalkan akar budaya.
Dedy mendukung langkah Dinas Pendidikan Berau untuk menerapkan bahasa banua sebagai muatan lokal di sekolah-sekolah, sebagai upaya memperkuat identitas daerah.
“Bahasa daerah adalah jati diri kita. Kalau tidak dijaga, kita bisa kehilangan akar budaya,” ujarnya.
Dirinya menambahkan, semangat persatuan sebagaimana terkandung dalam Sumpah Pemuda harus diwujudkan dalam kolaborasi lintas generasi antara pemerintah, dunia pendidikan, sektor swasta, dan komunitas pemuda.
“Pemuda masa kini punya daya kreativitas tinggi dan akses informasi luas. Tapi mereka tetap butuh bimbingan. Kita hadir sebagai mitra, bukan sekadar pengawas,” tegasnya. (Adv)
Editor: Erwin