Masih Banyak Balap Liar di Berau, Rudi Sebut Perlu Edukasi
1 menit baca303 kali dibaca

Penulis :Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Aksi remaja yang terlibat dalam balap liar masih kerap terjadi di wilayah Kecamatan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau.
Kondisi ini, tentu meresahkan pengguna jalan dengan suara bising yang disebabkan knalpot brong.
Anggota DPRD Berau, Rudi Parasian Mangunsong mengatakan tak hanya kerumunan yang ramai, gaya ugal- ugalan mereka dalam mengendarai sepeda motor kerap membahayakan pengguna jalan lainnya.
Balap liar merupakan kegiatan ilegal yang melibatkan pengemudi kendaraan yang melakukan balapan tanpa izin dan tanpa mengikuti aturan yang berlaku.
Menurutnya, pihak Kepolisian perlu mengambil langkah tegas terhadap pelaku balap liar tersebut. Pasalnya, apa yang mereka lakukan ini sudah sangat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
“Memang masih ada beberapa titik jalan yang dijadikan lokasi balap liar oleh sejumlah pemuda dan kita minta polisi melakukan tindakan tegas,” ungkapnya, Kamis (14/11/2024).
Tak hanya itu, pemerintah daerah perlu mengambil langkah-langkah untuk mengatasi masalah balap liar, antara lain dengan meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum terhadap pelaku balap liar.
Serta memberikan sanksi yang tegas kepada para pelaku balapan liar untuk mencegah terjadinya kegiatan ini di masa mendatang.
“Bisa juga dengan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya dan konsekuensi dari balap liar,” ungkapnya.
Pentingnya edukasi mengenai pentingnya berlalu lintas dengan aman dan mengikuti aturan yang berlaku harus terus ditingkatkan guna mencegah terjadinya kecelakaan dan gangguan ketertiban akibat balapan liar.
Tak hanya itu, dirinya juga menyarankan jika lokasi yang dianggap rawan terjadinya balap liar ini bisa diberikan pengawasan atau pengamanan yang lebih maksimal seperti pos polisi. Hal ini dirasa bisa membuat para pembalap liar berpikir untuk kembali melakukan aksinya.
“Jangan sampai banyak korban akibat aksi balap liar yang terjadi. Kita harus bersama-sama mencari solusi,” ajaknya. (adv)
Editor: Erwin










