Perayaan Abutta Banua yang merupakan peringatan HUT ke-22 Kelurahan Sambaliung dan HUT ke-4 Pedagang Kaki Lima (PKL) Basuli tersebut, merupakan sarana sebagai pelestarian adat daerah.
Menurutnya, kegiatan seperti ini dapat menjadi bentuk pelestarian adat budaya Banua yang merupakan suku asli Kabupaten Berau.
Terlebih, budaya dianggap sebagai aset yang harus dijaga dan terus dilestarikan sebagai pondasi kemajuan daerah.
Dalam kegiatan ini juga banyak menampilkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang telah memiliki legalitas, yang diharapkan dapat terus tumbuh. Serta memberikan dampak peningkatan ekonomi untuk masyarakat di Tepian Sambaliung.
"Dari acara Abutta Banua, kita bisa jadikan sebagai pelestarian budaya dan kearifan lokal," ucapnya.
Diketahui, Kawasan Tepian Sambaliung yang telah terintegrasi ke dalam kelompok PKL Basuli merupakan kawasan yang sangat potensial untuk kawasan wisata.
Bukan hanya wisata sejarah, PKL Basuli yang berdekatan dengan Keraton Sambaliung tetapi juga wisata yang ditawarkan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Berau untuk bersantai.
Dirinya berharap, kinerja Pemerintah Kecamatan Sambaliung dapat memberi inovasi dan insipirasi serta membuka perubahan dan membuat UMKM di Berau semakin berkembang. "Jadi kegiatan seperti ini harus kita lestarikan," tutupnya.(Adv)
Editor: Supiansyah