Menurutnya, hal ini menjadi penyebab hilangnya keindahan pantai Kampung Teluk Sumbang Harapan yang menjadi salah satu objek wisata unggulan Kabupaten Berau.
Dikatakannya, keberadaan sampah tersebut kerap terjadi mengikuti musim yang disebabkan oleh arah gelombang. Hal tersebut tentu akan merusak estetika dari pantai di Pulau Teluk Sumbang.
"Jadi apabila terjadi curah hujan yang cukup tinggi biasanya sampah itu pasti hanyut ke daerah Maratua dan Derawan yang biasanya dinamakan warga sekitar dengan istilah kampar," jelasnya.
Masalah menahun tersebut, diakuinya hingga kini masih diupayakan penyelesaiannya. Terkait usulan kapal pengangkut sampah di permukaan air dirinya merasa hal tersebut kurang efektif mengingat sulitnya lokasi pembuangan dan sampah yang terus berdatangan.
"Dari saya untuk penyediaan kendaraan pengangkut sampah tersebut harus ada inisiatif tidak hanya kita berharap dengan dukungan pemerintah tapi juga masyarakat yang menikmati untuk kunjungan-kunjungan demi membawa peningkatan ekonomi tentu juga harus bergerak bersama," jelasnya.
Dirinya berharap, ada kerja sama yang baik dan bersifat gotong-royong baik dari masyarakat hingga pemerintah daerah agar kebersihan setiap objek wisata terjaga. "Jadi kita harus selalu menyiapkan semua, tapi juga harus ada upaya kita juga terkait dengan estetika," tegasnya. (adv)
Editor: Maruly Z