Wakil Ketua Komisi III DPRD Berau, Abdul Waris mengatakan, kondisi tersebut cukup menjadi perhatian untuk masyarakat sekitar pesisir karena dampaknya apabila dibiarkan abrasi akan terus mengikis bagian pantai dan air laut bisa membanjiri daerah di sekitar pantai tersebut.
"Termasuk pantai di Pulau Kaniungan yang masuk dalam wilayah dari Kampung Teluk Sumbang," ujar Waris, Jumat (22/3/2024).
Lanjutnya, abrasi tersebut memang harus secepatnya dilakukan penanganan. Pasalnya, hingga saat ini, Waris menyebut pasir di garis pantai sudah terkikis sejauh sembilan meter.
"Selama dua tahun terakhir sudah terkikis 9 meter. Ini juga aspirasi dari masyarakat yang menyampaikan kepada kami di Komisi III. Jadi harus kami perjuangkan," ungkapnya.
Selain itu juga alasan lainnya adalah karena Kampung Teluk Sumbang, Kecamatan Biduk-biduk mayoritas penduduknya kebanyakan menggantungkan hidup dari sektor pariwisata, yang tentunya pantai adalah salah satu nilai jual mereka kepada para wisatawan.
"Sebagai wilayah yang memiliki destinasi pariwisata bahari ini menjadi suatu yang harus kita perjuangkan," tegasnya.
Waris berharap, ini menjadi perhatian khusus bagi Pemkab Berau dan instansi terkait. Ia menyebut, tahun 2023 ini juga Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim juga akan melakukan beberapa pengerjaan pembangunan infrastruktur di daerah pesisir. "Jangan sampai terjadi seperti yang dialami Pulau Derawan. Kita harus gerak cepat," tegasnya.
Dirinya menambahkan, berdasarkan informasi yang disampaikan oleh DPUPR Berau beberapa waktu lalu bahwa untuk pelaksanaan pembangunan infrastruktur tahun 2023 di Kabupaten Berau sebagian besar dilaksanakan di daerah pesisir.
Adapun diantaranya, pembangunan jalan Tanjung Redeb menuju Talisayan dengan anggaran Rp460 miliar, pembangunan pengaman Pantai Biduk-Biduk dengan anggaran Rp17 miliyar, pembangunan jalan pendekat dan Jembatan Kaubun pada penyeberangan GM dengan anggaran Rp100 miliyar, serta ada beberapa kegiatan irigasi dan perbaikan bendungan lainnya. (Adv)
Editor: Maruly Z