"Biasanya sih kita setiap tahun ada program bersama pemerintah untuk ngecek ke distributor dan pasar-pasar. Mudah-mudahan aja tidak naik signifikan lah ya kan," kata Riri Saswita Diano, Rabu (11/12/2019).
Komisi II, lanjut Riri, belum menerima informasi terkait harga komoditas yang naik signifikan pada Desember ini. "Informasinya belum ada, tapi nanti kami pastikan lagi," ucapnya.
Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga dilakukan dalam beberapa hari ke depan. Tujuannya untuk mempelajari dan mendiskusikan data perkembangan harga kebutuhan pokok.
"Iya, kami RDP dulu, mendiskusikan data-data yang ada, baru setelah itu peninjauan ke distributor dan pasar-pasar. Sinkron apa tidak," jelasnya.
Politikus PDI Perjuangan ini menegaskan kebutuhan pokok sangat vital untuk masyarakat. Sehingga perlu dicarikan solusi yang tepat agar pergerakan harga terkendali di pasaran.
"Solusi jangka menengahnya seperti apa, jangka panjang seperti apa, jangan sampai cuma sesaat saja, tapi tidak ada solusi yang diberikan," ujarnya.
Terlebih mayoritas kebutuhan pokok dipasok dari luar daerah seperti dari Jawa dan Sulawesi. "Jadi jalur distribusi juga harus diperhatikan," tukas Riri.
Penulis/Editor : Hendra