"Benar, kami sudah ke Semarang. Sebenarnya Balikpapan dengan Semarang sama-sama kota jasa, tapi di sana PAD-nya besar, tahun ini sampai Rp2,1 triliun," kata Abdulloh, Rabu (4/12/2019).
Sementara APBD Balikpapan 2019 sebesar Rp2,4 triliun dengan PAD mencapai Rp688 miliar yang sebagian besar diperoleh dari pajak dan retribusi daerah. "Kita sudah tidak bisa mengandalkan dana bagi hasil," ucapnya.
Sehingga DPRD mendorong Pemkot Balikpapan untuk menggali potensi sumber pendapatan. Tentunya setelah melakukan studi banding yang hasilnya akan coba diterapkan di kota berjuluk Madinatul Iman ini.
"Kami sudah pelajari cara mereka (Semarang) memaksimalkan sumber PAD. Pemkot Balikpapan juga harus bisa, tentunya nanti juga berlandaskan peraturan daerah," sambungnya.
Tidak hanya itu, politikus Partai Golkar ini juga mengajak pengusaha dari kota lumpia (julukan Semarang) untuk menanamkan modal atau berinvestasi di Kota Balikpapan yang menjadi calon penyangga ibu kota negara.
"Pengusaha dari Semarang bisa investasi di kota kita, bisa bangun perumahan, hotel atau apartemen," tandas Abdulloh.
Penulis/Editor : Hendra