Lima tokoh pemuda inspiratif yang menjadi narasumber pada sharing session wirausaha “dari yang biasa menjadi luar biasa” kali ini ialah Ketua DPD Forum Kewirausahaan Pemuda (FKP) Kabupaten Kukar) Indah Yulita Sari, Founder dan Owner Cobain Muhammad Akbar, Pemuda Pelopor Nasional 2022 Wiramuda Bidang Pertanian Hamzah, Wirausaha Muda Berprestasi Tingkat Provinsi 2024 yang merupakan Founder Kedai 99 Elfia Nadya Sofia, dan Founder juga Owner Ek. Bouquet, Eka Widyanti.
“Sharing session ini wujud pemerintah hadir memfasilitasi kawan-kawan pemuda dalam mendapatkan ilmu serta pengalaman inspiratif dari pemuda pemudi asli Kutai Kartanegara dalam enterpreuner. Kita hadirkan langsung lima narasumber yang bercerita dan berbagi kiat-kiat suksesnya dalam berwirausaha,” kata Kepala Dispora Kukar Aji Ali Husni.
Dalam pemaparannya, salah satu narsum sharing session yakni Owner Ek. Bouquet, Eka Widyanti membagikan kisah inspiratifnya dalam awal mula menjadi enterpreuner muda yang berprestasi dan sukses.
Peluang tren buket dipilih Wiwid sapaan akrabnya untuk memperoleh pundi-pundi uang secara mandiri. Seperti diketahui, buket dalam perkembangannya menjadi tren di kalangan anak muda khususnya menjadi pelengkap dalam perayaan momen berbahagia bagi seseorang.
Sebagai informasi, buket atau kumpulan beberapa barang seperti bunga, dedaunan, uang, atau makanan ringan yang dirangkai secara kreatif dan indah dalam bentuk karangan yang bisa digenggam atau ditata untuk acara khusus, berfungsi sebagai hadiah yang mengekspresikan perasaan atau sebagai dekorasi pelengkap momen kebahagiaan.
“Awal mula usaha, dimulai dari coba buatkan teman yang mau wisuda. Terus memberanikan diri untuk open order acara wisuda di kampus. Dengan modal yang seadanya dan sedikit pengetahuan tentang kewirausahaan,” ungka Wiwid kepada Korankaltim.com.
Ek.bouquet, lanjut Wiwid sebenarnya dimulai dari kamar tidur dan saat ini sudah bisa menyewa toko. Produk Ek.bouquet berawal dari buket bunga flanel, dan saat ini sudah lebih banyak varian produk nya yakni dari buket bunga palsu, bunga asli, aneka buket-buket custom, selempang wisuda, gift frame, parcel lebaran, dan souvenir lain seperti mug, gantungan kunci, dan tumbler custom yang saat ini sudah diproduksi sendiri.
“Lewat usaha ini, alhamdulillah bisa membantu biaya saya menyelesaikan kuliah S2 hingga lulus,” ujar Wiwid.
Keberhasilan Wiwid ini tentunya tidak terlepas dari peran dan dukungan Dispora Kukar melalui Klinik Wirausaha Pemuda Mandiri (WPM). Dispora memastikan Pemkab Kukar hadir di tengah-tengah masyarakat yang benar-benar ingin serius menekuni wirausaha, jenis apa pun dan berasal dari mana pun. Semuanya berusaha diakomodir oleh Dispora Kukar.
“Terima kasih untuk Dispora terutama klinik WPM, karena sudah memfasilitasi dan menjadi wadah Ek.boquet terus tumbuh sejak awal merintis hingga saat ini. Semoga ke depannya lebih banyak wirausaha muda di Kukar yang berkesempatan untuk menjadi partner klinik WPM,” demikian Wiwid. (adv)
Editor: Erwin