Lima tokoh pemuda inspiratif yang menjadi narasumber pada sharing session wirausaha ‘dari yang biasa menjadi luar biasa’ kali ini ialah Ketua DPD Forum Kewirausahaan Pemuda (FKP) Kabupaten Kukar) Indah Yulita Sari, Founder dan Owner Cobain Muhammad Akbar, Pemuda Pelopor Nasional 2022 Wiramuda Bidang Pertanian Hamzah, Wirausaha Muda Berprestasi Tingkat Provinsi 2024 yang merupakan Founder Kedai 99 Elfia Nadya Sofia, dan Founder juga Owner Ek. Bouquet Eka Widyanti.
“Sharing session ini wujud pemerintah hadir memfasilitasi kawan-kawan pemuda dalam mendapatkan ilmu serta pengalaman inspiratif dari pemuda pemudi asli Kutai Kartanegara dalam enterpreuner. Kita hadirkan langsung lima narasumber yang bercerita dan berbagi kiat-kiat suksesnya dalam berwirausaha,” kata Kepala Dispora Kukar Aji Ali Husni.
Dalam pemaparannya, salah satu narsum sharing session yakni Indah Yulita Sari berbagi kisah inspiratifnya tentang menyelaraskan passion bisnis dan organisasi. Kepada korankaltim.com, Indah mengatakan bahwa menyelaraskan passion bisnis dan organisasi itu kiat suksesnya ialah visi misi berwirausaha.
“Ketika kita sudah menemukan benang merahnya oh berbisnis itu seperti ini, berorganisasi itu seperti ini, alhamdulillah ketemu benang merahnya dan bisa terselaraskan dengan sekarang. Kita ketahui kan organisasi kan bukan profit sementara bisnis orientasinya profit akhirnya bisa disatukan dengan program organisasi dengan usaha kita,” kata Indah.
Owner dari usaha bidang kuliner yang memiliki brand ternama yakni Ayam Bakar Ma’ci ini menjelaskan visi dan motivasi terjun di wirausaha sehingga akhirnya dipercaya menjadi Ketua DPD FKP Kukar. Indah awalnya memang fokus dari wirausaha, sebelum aktif berorganisasi memang dulunya berwirausaha. Yang menjadi motivasi dirinya dalam berwirausaha ialah bagaimana usaha ini bisa bermanfaat pada orang banyak terutama pada lapangan pekerjaan.
“Jadi bagaimana bisa sebanyak-banyaknya bermanfaat bagi orang banyak dan bisa membuka lapangan pekerjaan. Ternyata setelah aktif di organisasi kita lebih besar lagi peran kita yakni bisa membantu pelaku UMKM, yang tadinya di usaha sendiri secara legalitas lengkap, nah di organisasi juga kita bisa membantu sosialisasi fasilitasi ke teman-teman yang belum mendapatkan legalitas usaha untuk kita bantu,” jelasnya.
Menghadapi pasang surutnya berwirausaha, Indah memberikan saran bahwa hal tersebut bisa kembalikan lagi pada niatan awal dan semangat kita terkait apa yang menjadi motivasi kita dalam berwirausaha.
“Itu yang paling penting, makanya kalau dulu kalau belum berwirausaha saya ya berpikirnya wirausaha itu menghasilkan uang dan uang ternyata tidak seperti itu, kita perlu visi misi motivasi,” terangnya.
Namun tujuan dan motivasi ini juga akan bisa konsisten dilakukan jika pelaku wirausaha harus kuat mental dan tidak malu dan gengsi menghadapi celotehan orang lain. Untuk Indah sendiri, kekuatan mental dalam berwirausaha sejatinya sudah ditempa sejak kecil, dirinya mengaku semasa masih duduk di bangku sekolah SD dulu dirinya sudah terbiasa berjualan keliling menjajakan kue dan aneka makanan dari ujung kampung ke ujung kampung dengan berjalan kaki.
“Untuk berjualan itu ibaratnya bahasa Kutai etam sini ‘olio’ itu saya sejak SD, jadi sebenarnya jiwa-jiwa berwirausaha itu sejak SD sudah terbiasa jualan keliling kampung, kalau sekarang yang memang diseriusi itu mulai 2018 kemudian untuk organisasi itu dari 2019,” terangnya.
Indah yang kini terus bermitra dengan Klinik Wirausaha Pemuda Mandiri (WPM) Dispora Kukad ini sering kali dipercaya menjadi trainer pelatihan kewirausahaan. Kiat sukses yang sering diberikan Indah dalam mentransfer ilmunya kepada peserta pelatihan selalu menekankan pentingnya berinovasi dan harus kreatif dari jenis usaha yang ditekuni.
“Solusi yang pasti kita sebagai wirausaha harus berinovasi, harus kreatif, cerdas dalam membaca situasi apa yang lagi atau sedang trend dan yang in sekarang,” tegasnya.
Dirinya mencontohkan waktu kemarin kita dilanda pandemi Covid 19. Semua aktivitas kita benar-benar di-lock down dan harus di rumah terus. Kebetulan jasa usaha kuliner nya yakni Ayam Bakar Ma’ci itu ada terima paketan masakan. Di momen inilah Indah berinovasi dan berkreasi.
“Kita mikirnya orang yang di rumah itu kita ready kan pesanan paketan makanan, misal 50 ribu bermacam-macam makanan yang ada, intinya orang yang di rumah lock down itu tinggal masak nasi saja dan ternyata alhamdulillah pada saat Covid itu langsung boom banyak banget pesanan yang harus kita antarkan ke rumah teman-teman yang sedang lock down, alhamdulillah usaha saya Ayam Bakar Ma’ci itu bisa berjalan sampai sekarang, begitu juga dengan berorganisasi kita bisa tetap produktif di rumah dengan meeting zoom saat Covid kemarin,” tegas Indah.
Dirinya juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemkab Kukar melalui Dispora. Dengan semakin tumbuh dan berkembangnya wirausaha muda di Kukar, maka tingkat perekonomian masyarakat Kukar juga terus semakin meningkat.
“Semua itu berkat peran pemerintah melalui Dispora Kukar. Terima kasih Dispora Kutai Kartanegara yang selalu memberikan manfaat seluas-luasnya bagi wirausaha dan pelaku UMKM,” demikian Indah. (Adv)
Editor: Aspian Nur