Lima tokoh pemuda inspiratif yang menjadi narasumber pada sharing session wirausaha ‘dari yang biasa menjadi luar biasa’ kali ini ialah Ketua DPD Forum Kewirausahaan Pemuda (FKP) Kabupaten Kukar) Indah Yulita Sari, Founder dan Owner Cobain Muhammad Akbar, Pemuda Pelopor Nasional 2022 Wiramuda Bidang Pertanian Hamzah, Wirausaha Muda Berprestasi Tingkat Provinsi 2024 yang merupakan Founder Kedai 99 Elfia Nadya Sofia, dan Founder juga Owner Ek. Bouquet Eka Widyanti.
“Sharing session ini wujud pemerintah hadir memfasilitasi kawan-kawan pemuda dalam mendapatkan ilmu serta pengalaman inspiratif dari pemuda pemudi asli Kutai Kartanegara dalam enterpreuner. Kita hadirkan langsung lima narasumber yang bercerita dan berbagi kiat-kiat suksesnya dalam berwirausaha,” kata Kepala Dispora Kukar Aji Ali Husni.
Dalam pemaparannya, salah satu narsum sharing session yakni Elfia Nadya Sofia berbagi kisah inspiratifnya tentang langkah besar seorang atlet judo yang menjadi tokoh enterpreuner asal Kota Raja Tenggarong.
Fia sapaan akrabnya menceritakan kisah wirausaha nya berawal dari kecil mengikuti dan membantu orang tua berjualan, setelah lulus sekolah mencoba bekerja di salah satu perusahaan, namun terhalang dengan kebebasan waktu karena ada kesibukan sebagai atlet judo.
“Akhirnya memutuskan resign dan membangun usaha baru yaitu Es Teh TRG. Dengan modal dan alat seadanya tidak menghalangi untuk memulai usaha, memaksimalkan pakai rombong kecil kecilan dan payung di simpang Gunung Pegat sebelum Unikarta, omset perhari mulai 25-80k perhari,” ucap Fia kepada korankaltim.com.
Berjalannya waktu ada pemberitahuan pelatihan barista gratis tepatnya pada Desember tahun 2022 dari grup RT 35 Kelurahan Melayu, dilaksanakan oleh Klinik Wirausaha Pemuda Mandiri (WPM) Dispora Kukar. Berawal pelatihan gratis itulah semuanya mengubah takdir Fia.
“Saya sangat ingat sambutan oleh Kadispora Pak Aji Ali Husni. Apapun permasalahan usaha kalian, datang saja ke Klinik WPM karena disanalah obat untuk mengobati segala permasalahan yang dialami UMKM. Dan kebetulan saya mengalami omset sedikit, usaha belum dikenal banyak orang, tidak tau mengatur manajemen keuangan , branding produk dan lainnya,” ungkapnya.
Selang beberapa waktu kemudian ada pelatihan Kewirausahaan dari Klinik WPM dan Fia mendaftar lagi untuk menimba ilmu kewirausahaan dan mengobati segala keresahan sebagai pelaku UMKM. Dirinya bersyukur dilatih tenaga ahli Klinik WPM yang membantunya berproses sampai usaha sebesar sekarang.
“Fasilitas bantuan alat penunjang usaha juga diberikan gratis oleh Dispora, dan memberi saya kesempatan Traning Of Trainer , dari peserta pelatihan menjadi Pengisi Pelatihan. Dan mereka juga mendukung, membimbing saya mengikuti Lomba Wirausaha Muda Pemula Prestasi , alhamdulillah menang sebagai Juara 1 Wirausaha Muda Pemula Bidang Industri Pangan dan Kuliner tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara 2024 dan Juara 3 Wirausaha Muda Berprestasi Terbaik Tingkat Provinsi Kalimantan Timur 2024,” ujarnya.
Fia pun tidak pelit dalam berbagi ilmu nya yakni kiat sukses sebagai pemuda Gen Z untuk semangat berwirausaha dan berprestasi. Kiat pertama yakni temukan passion dan potensimu. “Kalau kamu mencintai apa yang kamu lakukan, kamu akan kuat menghadapi tantangan,” sebutnya.
Kiat kedua yaitu mulai dari sekarang, jangan tunggu sempurna, ‘Done is better than perfect’.
Banyak Gen Z menunda karena merasa belum cukup siap. Mulailah dari hal kecil. Misalnya, jualan online lewat media sosial, dropshipping, jasa desain dan lainnya. Belajar sambil jalan itu lebih baik daripada tidak pernah mulai.
Kiat yang ketiga yakni manfaatkan kekuatan digital dan media sosial. Kita hidup di era digital, gunakan itu sebagai senjata. Bangun personal branding di TikTok, Instagram, atau LinkedIn.
“Jangan private sosmedmu. Kemudian kiat yang keempat belajar dari kegagalan dan terus upgrade diri. Kegagalan adalah mentor terbaik. Jangan takut gagal. Gagal itu biasa, nyerah itu pilihan. Ambil pelajaran dari kesalahan, revisi strategi, bukan mimpi,” terangnya.
Ikut pelatihan gratis dari pemerintah, bangun relasi positif jauhi toxic, kolaborasi, gabung organisasi wirausaha muda salah satunya adalah Forum Kewirausahaan Pemuda Kukar. Kiat yang kelima adalah jangan pernah malu untuk berwirausaha, turunkan gengsi. Mengubah Hal negatif menjadi prestasi.
“Belajar dari pengalaman saya, sempat diremehkan dan dihina sebagai penjual es teh oleh banyak orang, tapi itu tidak membuat saya down dan malu, tapi justru membantu saya untuk menguatkan branding produk saya, Es Teh TRG, dari hinaan saya terima, saya evaluasi dan perbaikan baik dari pribadi saya dan usaha saya menjadi lebih baik, berkat dukungan keluarga dan Klinik WPM saya menjadi lebih percaya diri dan kuat menghadapinya. Hinaan bukan berarti harus patah semangat untuk prestasi,” ucapnya.
Saat ini Fia telah menjalani kisah suksesnya menjadi enterpreuner muda. Atas berkah ini dirinya mengucapkan penuh rasa syukur dan rendah hati bererima kasih kepada Klinik WPM, para mentor dan tenaga ahli, serta Organisasi Forum Kewirausahaan Pemuda Kukar atas segala bimbingan, ilmu, dan dukungan yang luar biasa selama ini. Dan tentunya yang paling utama adalah terima kasih kepada Pemkab Kukar melalui Dispora.
“Saya juga ingin menyampaikan rasa terima kasih dan cinta yang mendalam kepada keluarga saya, yang selalu menjadi sumber semangat, doa, dan kekuatan dalam setiap langkah. Dukungan dan kontribusi dari semua pihak inilah yang menjadi pondasi kuat dalam perjalanan saya hingga mencapai titik prestasi ini. Semoga pencapaian ini bukan menjadi akhir, melainkan awal dari perjalanan yang lebih bermakna dan bermanfaat bagi banyak orang, sekali lagi terima kasih Dispora Kukar,” demikian Fia. (Adv)
Editor: Aspian Nur