Babak penyisihan untuk masing-masing kesebelasan berlangsung di Stadion Rondong Demang, Tenggarong, pada 1–5 September 2025.
Ketua Askab PSSI Kukar Thauhid Afrilian Noor mengatakan, sebagai bentuk dukungan pihaknya terhadap event tahunan pesta Adat Erau Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura yang dilaksanakan di Tenggarong pada September ini. Namun juga tidak mengesampingkan proses pembinaan sepak bola melalui ajang Bupati Cup, maka match atau pertandingan kedua babak dan seterusnya penyisihan grup mulai 6-16 September akan dilaksanakan di Stadion Aji Imbut Tenggarong Seberang.
Bupati Cup Putra ini menggunakan sistem setengah kompetisi. Dulu, Bupati Cup hanya dilaksanakan pada pelaksanaan Erau saja dengan sistem gugur.
“Atas permintaan teman-teman tim kecamatan dan para pelatih, sekarang ini menggunakan sistem setengah kompetisi dan berlangsung setiap hari di Stadion Rondong Demang, Tenggarong. Karena besok udah persiapan Erau, maka pertandingannya dipindahkan ke Stadion Aji Imbut, Tenggarong Seberang. Untuk semifinal dan final digelar di Rondong Demang,” sebut Bung Toi sapaan akrabnya kepada Korankaltim.com, Jumat (5/9/2025).
Gelaran Bupati Cup Putra 2025 ini sejatinya mendapat dukungan penuh dari Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kukar. Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni mengatakan pihaknya konsen dalam memberikan dukungan dan dorongan bagi pengembangan peningkatan dan pembinaan olahraga begitu pula halnya dengan cabang olahraga sepak bola.
Aji Ali Husni menegaskan kompetisi sepak bola Bupati Cup yang diselenggarakan ini, tentulah bagian dari proses yang panjang yang tidak mudah.
Ini sebuah proses untuk mendapatkan dan menciptakan bibit-bibit unggul persepakbolaan handal asli Kukar. Kejuaraan ini adalah investasi bagi masa depan olahraga di daerah, khususnya untuk cabang olahraga sepak bola.
“Oleh karena itu, dengan harapan kejuaraan sepak bola ini nantinya dapat menghasilkan bibit-bibit unggul pesepakbola yang handal, maka saya berharap, kejuaraan ini benar-benar dapat berlangsung dengan semangat sportivitas dan prinsip fair play yang tinggi bukan sekedar adu gengsi antar kecamatan,” harapnya.
Selanjutnya, dirinya menegaskan kepada semua pihak, baik peserta, panitia, wasit dan semua perangkat pertandingan, agar bersungguh-sungguh menjunjung tinggi semangat sportivitas tersebut.
“Karena hanya dengan itu, kita benar-benar bisa berharap, dunia olahraga, khususnya sepak bola di daerah ini akan dapat tumbuh berkembang dengan baik dan pada akhirnya membawa nama daerah kita ini dikenal baik pada level regional, nasional bahkan di level internasional,” tegas Aji Ali. (adv)
Editor: Erwin