Kepala
Dispora Kukar, Aji Ali Husni mengatakan program pemberdayaan mantan
atlet ini bertujuan memastikan para eks atlet tetap aktif berkontribusi
dalam pengembangan olahraga daerah.
“Pentingnya memanfaatkan
pengalaman atlet dalam menumbuhkan pelatih lokal berkualitas. Kalau dari
mereka sendiri yang melakoni. Jadi atlet lalu jadi pelatih, itu akan
jauh lebih baik,” ucap Aji Ali saat dikonfirmasi Korankaltim.com, Minggu
(10/8/2025).
Ia menekankan, profesi pelatih dan perangkat
pertandingan terbuka untuk semua usia. Tidak ada pembatasan usia selama
memiliki komitmen dan pengetahuan yang mumpuni di cabang olahraga yang
digeluti selama masih aktif menyandang status sebagai atlet.
“Kami
tidak ingin mereka ini terputus karena usia. Baik pelatih maupun
perangkat pertandingan tidak mengenal batas usia,” tambahnya.
Untuk
mendukung hal itu, Dispora Kukar menyiapkan pelatihan bersertifikat dan
wadah pembinaan, agar proses transisi berjalan lancar dan terarah.
Program ini juga akan membuka ruang bagi para pelatih baru untuk
terlibat dalam kompetisi dan kegiatan olahraga lokal.
Langkah ini
dianggap sebagai bentuk penghargaan terhadap jasa atlet yang telah
mengharumkan nama Kukar dan sebagai upaya membangun regenerasi pelatih
yang berasal dari lokal.
“Ini salah satu bentuk perhatian kami
kepada atlet-atlet yang sudah membawa nama baik Kukar. Mereka tetap
punya tempat di dunia olahraga,” demikian Aji Ali. ( ADV )
Editor: Erwin