Dalam sambutannya, sebelum membuka secara resmi, Sekretaris Dispora Kukar Syafliansyah mengatakan pentingnya kesiapan generasi muda dalam menjawab tantangan zaman, terutama di tengah geliat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Pemuda Kukar tidak boleh hanya jadi penonton.
“Kita berada di wilayah strategis nasional. Sudah saatnya tampil, Pemuda Kukar bersaing dengan keterampilan, karakter, dan tekad yang kuat,” ucap Syafliansyah.
Lanjutnya, ia mengajak peserta untuk tidak hanya mengejar pencapaian luar, tetapi juga memperkuat nilai spiritual dan menjaga hubungan dengan orang tua.
“Ingat, doa orang tua itu kekuatan luar biasa. Jadikan mereka bangga, bukan terluka,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua panitia pelaksana, Dery Wardana, yang juga menjabat sebagai Kabid Kepemudaan Dispora Kukar, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya seleksi juara, melainkan bentuk pembinaan jangka panjang.
“Pemuda harus punya semangat belajar yang tak pernah padam. Mereka inilah calon pelopor yang kita harapkan bisa membawa perubahan positif di masyarakat,” ujarnya.
Diketahui, kegiatan ini diikuti oleh 41 peserta terpilih dari total 174 pendaftar awal yang berasal dari 20 kecamatan. Hanya dua kecamatan, yakni Muara Wis dan Tabang, yang belum mengirimkan wakilnya tahun ini.
Proses seleksi berlangsung ketat melalui tahapan pendaftaran yang dibuka selama satu bulan, sejak awal April hingga Mei.
Selama dua hari ini, dilakukan penilaian akhir. Setiap kategori akan menghasilkan tiga peserta terbaik sebagai pemenang.
Peserta terbagi dalam enam kategori yaitu duta pemuda, pemuda pelopor, pemuda kreativesia, pemuda berprestasi, pramuka berprestasi, wirausaha muda pemula berprestasi. (Adv)
Editor: Erwin