Ajang balap sepeda tanpa pedal yang diikuti ratusan pembalap anak usia dini dipusatkan di kawasan Depan Kedaton Kesultanan Ing Martadipura Kota Tenggarong ini berlangsung sukses dan mampu menyedot animo masyarakat dari berbagai daerah di Kaltim.
“Kontribusi nyata kawan-kawan panitia Sultan Sticker Pushbike Championship Piala Kapolres Kukar sangat patut diapresiasi karena menjadi bagian penting dari pembinaan olahraga usia dini di Kukar. Kegiatan ini murni berasal dari inisiatif teman-teman komunitas pushbike Kota Raja. Pemerintah daerah melalui Dispora hanya memberikan support berupa hadiah hiburan. Tapi kami menilai, ini adalah wujud nyata peran serta masyarakat dalam pengembangan olahraga,” kata Ali.
Sebanyak 203 starter dari 14 tim komunitas se-Kaltim turut serta pada ajang ini, ratusan starter cilik dan menggemaskan ini berasal bukan hanya dari Kukar saja namun juga datang jauh-jauh dari Samarinda, Balikpapan, Sangatta, hingga Berau.
Ali menyebut tingginya animo peserta menjadi indikator bahwa pembinaan olahraga berbasis komunitas sangat efektif dalam membangun ekosistem olahraga yang sehat dan kompetitif.
“Melalui pushbike ini, anak-anak mulai mengenal olahraga sepeda sejak dini. Biasanya setelah ini mereka naik ke jenjang Bicycle Motocross (BMX), lalu Mountain Bike (MTB), atau Road Bike. Jadi pembinaan memang harus dimulai dari usia sedini mungkin,” jelas Kadispora Kukar yang juga menggemari olahraga bersepeda ini.
Ia juga terkesan melihat semangat luar biasa yang ditunjukkan oleh para peserta cilik. Banyak di antara mereka tetap bersemangat meski terjatuh, lalu bangkit kembali melanjutkan lomba.
“Semangat seperti ini harus kita jaga dan dukung. Anak-anak ini adalah calon atlet masa depan,” tegasnya. (adv)
Editor: Erwin