Hal ini disebutkan Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni sebagai upaya nyata mengurangi kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda yang saat ini menjadi ancaman serius dan cukup meresahkan.
“Minimnya ruang bagi pemuda untuk berekspresi dan mengikuti kegiatan positif menjadi salah satu akar masalah sosial yang dihadapi. Oleh karena itu, kami Dispora berupaya mendorong agar organisasi kepemudaan yang sempat vakum dapat aktif kembali, sehingga dapat menjadi wadah pengembangan diri bagi anak-anak muda di Kukar,” kata Aji Ali Husni kepada korankaltim.com Kamis (10/4/2025).
Ia mengakui pihaknya sangat menyadari pentingnya peran organisasi dalam membentuk karakter dan aktivitas pemuda. Saat ini pihaknya sedang fokus memfasilitasi organisasi-organisasi yang sebelumnya tidak aktif untuk kembali aktif dan eksis.
Menurutnya, ketika pemuda tidak memiliki kegiatan positif, mereka cenderung terlibat dalam hal-hal negatif, seperti penyalahgunaan narkoba, perkelahian, hingga tindak yang mengarah ke kriminalisme. “Dengan bergabung dalam organisasi, pemuda akan memiliki kegiatan yang bermanfaat, tanggung jawab, dan tujuan hidup yang jelas,” ujarnya.
Program reaktivasi organisasi ini melibatkan pendampingan administratif, penyusunan struktur organisasi baru, pelatihan dasar keorganisasian, dan dukungan anggaran untuk kegiatan awal. “Alhamdulillah berkat upaya ini beberapa organisasi kepemudaan di tingkat kelurahan dan desa sudah mulai difasilitasi agar bisa aktif kembali,” sebutnya.
Selain itu, Dispora Kukar juga melibatkan tokoh muda dan pengurus lama sebagai jembatan untuk membangkitkan kembali semangat kebersamaan di kalangan pemuda. Organisasi-organisasi seperti karang taruna, ikatan remaja masjid, hingga komunitas olahraga pemuda kini mulai menunjukkan perkembangan dengan adanya program-program lokal yang bermanfaat.
Langkah ini merupakan bagian dari pendekatan pencegahan sosial yang diyakini akan memberikan dampak positif dalam jangka panjang. “Kami Dispora Kukar berharap, ke depan organisasi kepemudaan di daerah ini tidak hanya hidup kembali, tetapi juga berkembang menjadi kekuatan sosial yang mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat,” harapnya. (Adv)
Editor: Aspian Nur