
Rabu, 30/09/2026
Rabu, 30/09/2026
Peserta antusias mengikuti lomba mewarnai gelaran Dispusip Kutim (Dok.Dispusip Kutim)

Rabu, 30/09/2026

Peserta antusias mengikuti lomba mewarnai gelaran Dispusip Kutim (Dok.Dispusip Kutim)
Penulis: Zulhamri
KORANKALTIM.COM, SANGATTA - Lomba mewarnai yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kutai Timur (Kutim) menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas dan imajinasi. Agenda berlangsung di Ruang Akasia, Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi, Rabu (30/9/2026).
Kegiatan yang diikuti anak tingkat taman kanak-kanak (TK) hingga siswa kelas 1 sekolah dasar (SD) tersebut tidak hanya menekankan aspek kompetisi. Peserta juga diajak menuangkan ide melalui perpaduan warna dan karya yang mereka hasilkan
Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca Dispusip Kutim Muhammad Junaid mengatakan, aktivitas mewarnai memiliki nilai edukatif bagi perkembangan anak. Melalui kegiatan ini, anak-anak bebas menuangkan imajinasi mereka dalam bentuk karya.
“Dari proses memilih warna hingga menyelesaikan gambar, mereka belajar sekaligus bersenang-senang,” ujar Junaid.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Dispusip Kutim memperkenalkan budaya literasi kepada anak sejak usia dini. Literasi tidak sebatas kemampuan membaca dan menulis. Anak juga perlu dibiasakan untuk berpikir, berkomunikasi, menciptakan sesuatu, serta menyampaikan gagasan melalui berbagai bentuk. Literasi harus dikenalkan secara menyenangkan.
“Anak tidak hanya diarahkan untuk gemar membaca tetapi juga didorong agar aktif berpikir, berkarya dan berani mengekspresikan apa yang ada dalam pikirannya,” jelasnya.
Dukungan orang tua juga memiliki peran penting dalam proses tumbuh kembang anak. Pendampingan dan penghargaan terhadap karya anak dinilai dapat meningkatkan rasa percaya diri. Pihaknya berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai salah satu sarana membangun minat baca sekaligus budaya literasi di kalangan generasi muda Kutim.
“Kami ingin kegiatan seperti ini terus menjadi ruang bagi anak untuk belajar dan berkembang,” jelasnya.
Setiap karya yang mereka hasilkan merupakan bagian dari proses membangun kreativitas dan kepercayaan diri. Lomba mewarnai tidak semata-mata tentang siapa yang keluar sebagai pemenang.
Setiap goresan warna merupakan bagian dari pengalaman belajar anak untuk berani mencoba, berimajinasi, dan menghargai hasil karyanya sendiri.
“Kreativitas anak dapat tumbuh melalui kegiatan sederhana namun bermakna. Pengalaman dapat menjadi bekal bagi anak-anak untuk tumbuh sebagai generasi yang kreatif,” pungkasnya. (adv)
Editor: Erwin

Rabu, 30/09/2026
Peserta antusias mengikuti lomba mewarnai gelaran Dispusip Kutim (Dok.Dispusip Kutim)
TERPOPULER