Serta peningkatan kepatuhan pelaku usaha dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup sebagai upaya penurunan gas rumah kaca.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, pelaku usaha, dan penggiat lingkungan hidup.
Asisten II Setkab Kutim, Zubair mengatakan, kegiatan tersebut dalam upaya mendukung pencapaian target Proklim sekaligus meningkatkan kepatuhan dunia usaha terhadap perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
Pihaknya menekankan pentingnya sinergi antara dunia usaha dan masyarakat dalam mendukung program adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.
“Program Kampung Iklim adalah langkah strategis untuk meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim. Dunia usaha juga memiliki peran penting dalam menciptakan praktik usaha yang ramah lingkungan,” ujarnya, Selasa (27/11/2024).
Selain itu, pelatihan tersebut juga bertujuan memberikan pemahaman kepada pelaku usaha mengenai regulasi lingkungan yang berlaku serta cara meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan emisi.
“Peserta diberikan informasi teknis tentang implementasi ProKlim, strategi pelaporan gas rumah kaca, dan peluang kerjasama antara pemerintah, masyarakat dan sektor swasta,” bebernya.
Sehingga diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan serta memenuhi komitmen Indonesia terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca sebagaimana tertuang dalam Nationally Determined Contributions (NDC).
“Kita terus mengupayakan pelibatan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup, menjadikan ProKlim sebagai salah satu model keberhasilan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di tingkat lokal,” pungkasnya. (adv)
Editor : Erwin