Oleh karenanya, Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Setkab Kutim terus mengawal pelaksanaan tersebut agar program FCPF-CF dapat memberikan dampak maksimal.
“Jadi monitoring terus kami lakukan untuk mengevaluasi progres di lapangan,” ujar Kepala Bagian SDA Kutim, Arief Nur Wahyuni, Selasa (26/11/2024).
Pihaknya menegaskan, terkait komitmen untuk melanjutkan program ini sesuai alokasi anggaran dan peran masing-masing pihak.
Program FCPF di Kutim akan terus berjalan dengan target penyelesaian secara bertahap. Pelaksanaan program didukung oleh kelanjutan alokasi dana dari tahun sebelumnya.
“Kami fokus monitoring dan evaluasi. Sehingga anggaran tersebut akan digunakan secara efisien untuk memastikan seluruh tahapan program selesai tepat waktu,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa koordinasi intensif dilakukan dengan berbagai pihak, baik secara vertikal maupun horizontal.
“Salah satu fokus utama kami yaitu memantau pelaksanaan program di tingkat Desa. Karena kami bukan instansi teknis yang memiliki program tersendiri,” pungkasnya. (Adv)
Editor: Erwin