Kepala Disbun Kutim, Sumarjana mengaku bahwa pihaknya menargetkan program FCPF-CF atau emisi rumah kaca akan tuntas atau rampung pertengahan Desember 2024 mendatang. "Kita masih berproses baik fisik maupun keuangannya karena masuknya di anggaran perubahan dimana waktu mengelola program terbatas," jelas dia.
Ia mengaku terkait program FCPF-CF anggaran atau dana pembiayaan tidak serta-merta dicairkan. Tetapi harus berdasarkan jadwal yang telah ditentukan. Alokasi dana karbon masuk SILPA sehingga pihaknya harus mengejar target. "Alokasinya baru bisa terserap saat memasuki pekerjaan APBD-P 2024. Kita tahu waktunya sangat terbatas," ujarnya.
Adapun tujuan pengelontoran dana FCPF-CF guna mengurangi emisi Karbon secepat mungkin dan melakukan yang terbaik untuk mempertahankan pemanasan global.
Selain itu, program FCPF-CF ini juga untuk penurunan emisi karbon gas rumah kaca sektor berbasis hutan dan lahan melalui skema FCPF-CF ini dilaksanakan hampir seluruh di seluruh wilayah Kaltim. "Tahun ini sebenarnya tinggal melanjutkan lagi program yang belum terserap tahun sebelumnya. Masih ada dua bidang sedang kejar target," pungkasnya. (adv)