Kepala BPBD Kutim, Idris Syam mengatakan, program Forest Carbon Partnership Facility Carbon Fund (FCPF-CF) salah satunya penurunan emisi berbasis lahan sehingga pentingnya pembukaan lahan tanpa bakar.
“Kita berupaya dalam penurunan emisi karbon. Jadi pembukaan lahan yang dianjurkan,” jelasnya, Selasa (19/11/2024).
Pentingnya pembukaan lahan tanpa bakar. Pembakaran sampah dan lahan harus dikurangi. Dampak pembakaran lahan hingga cara memanfaatkan lahan kosong dengan menanam kembali atau reboisasi.
“Kami terima alokasi dana sebesar Rp180 juta untuk menggalakkan sosialisasi terkait program FCPF-CF,” katanya.
Tentu dengan mengurangi pembakaran lahan juga mendukung penurunan emisi karbon. Melalui sosialisasi tersebut diharapkan ilmu yang telah diberikan mampu mencegah terjadinya kebakaran hutan.
“Mengurangi pembakaran lahan dan sampah mendukung program penurunan emisi karbon,” pungkasnya. (adv)
Editor: Erwin