Kepala BPBD Kutim, Idris Syam mengajak puluhan anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) untuk mensosialisasikan inovasi tersebut. Pembekalan tersebut dipimpin oleh organisasi tingkat nasional yang bertugas di bidang pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Manggala Agni.
"Jadi pembukaan lahan yang dianjurkan sebenarnya tidak mesti melalui pembakaran," ujarnya.
Setelah dilakukan penebangan maka potongan sisa penebangan pohon di lahan tersebut bisa digunakan sebagai bahan dasar pembuatan pupuk.
"Karena potongan tumbuhan sisa pembukaan lahan dapat diolah menjadi pupuk berupa cuka kayu untuk tanaman," ujarnya.
Diakui, pihaknya pun sudah memberikan bimbingan teknis terkait potongan tumbuhan yang bisa digunakan untuk menghasilkan cuka kayu.
"Prosesnya dimasak agar bisa menghasilkan cuka kayu yang berfungsi untuk pupuk tanaman," jelas dia.
Tentu dengan mengurangi pembakaran lahan juga mendukung penurunan emisi karbon. Diharapkan ilmu yang telah diberikan mampu mencegah terjadinya kebakaran hutan.
"Mengurangi pembakaran hutan dan lahan mendukung program penurunan emisi karbon," pungkasnya. (Adv)
Editor: Aspian Nur