Kepala Disbun Kutim Sumarjana melalui Pejabat Fungsional Bidang Perencanaan, Joko mengaku bahwa pihaknya telah melaksanakan kegiatan tersebut merupakan rangkaian Program Forest Carbon Partnership Facility-Carbon Fund (FCPF-CF) atau emisi gas rumah kaca.
"Kegiatan Bimtek komoditi Karet di hadiri oleh Kelompok tani Songket Jaya dengan jumlah anggota 25 orang,sekretaris desa Benua Baru, jajaran UPT-P4 dan para petugas lapangan Kecamatan Muara Bengkal," beber Joko.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah memilih Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai lokasi program penurunan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan melalui Program Forest Carbon Partnership Facilities-Carbon Fund (FCPF-CF).
Selalin itu, program ini adalah implementasi program untuk mengurangi emisi dari deforestasi dan degradasi hutan (REDD+) dengan skema pembayaran berbasis kinerja.
Dipilihnya Kalimantan Timur sebagai lokasi program penurunan emisi GRK ini karena memiliki hutan yang cukup luas, yaitu sebesar 54 persen dari total luas wilayah Kaltim. "Sehingga masih memiliki potensi yang tinggi untuk penyimpanan cadangan karbon," ujar Joko. (Adv)