Sekretaris DLH Kutim, Andi Palesangi mengatakan, pihaknya terus menggodok anggaran yang dialokasikan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutim.
"Kami sebenarnya semua bisa terealisasi tahun ini, cuma karena waktu terbatas sehingga kesannya sangat terburu-buru," kata Andi saat dikonfirmasi pada Kamis (7/12/2023).
Kendati demikian, kegiatan program FCPF-CF tersebut juga masih menunggu arahan lebih lanjut. Apalagi daftar pelaksanaan anggarannya terbilang lambat. "Jadi kalau terlalu memaksakan harus terserap tahun ini kemungkinan kurang efektif," ucapnya.
Apalagi program FCPC-CF sesuatu yang baru ada di Kaltim terkhusus juga di Kutim, sehingga pihaknya memunculkan banyak pertanyaan terkait hal itu. "Makanya kami rutin melakukan koordinasi agar tidak salah langkah untuk melaksanakan kegiatan program FCPF-CF," jelasnya.
Sekedar diketahui, emisi karbon adalah gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim, oleh karena itu Usaha perikanan dapat memberikan kontribusi terhadap emisi karbon di atmosfer melalui berbagai kegiatan seperti penangkapan ikan dengan kapal, pengolahan ikan, transportasi, dan pengemasan.
Dengan mengimplementasikan tindakan-tindakan tersebut, industri perikanan dapat membantu mengurangi emisi karbon dan memberikan kontribusi dalam penanganan perubahan iklim. (Adv)