Pejabat Fungsional (Jafung) Bidang Perencanaan Disbun Kutim, Joko mengaku bahwa pihaknya telah melaksanakan kegiatan terkait dengan program FCPF-CF atau emisi gas rumah kaca. Di mana kegiatan tersebut yakni pengendalian dan penanggulangan bencana pertanian kabupaten/kota.
Adapun sub kegitannya adalah yaitu penanganan Dampak Perubahan Iklim (DPI) Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan. "Jadi bimtek perhitungan gas emisi rumah kaca," kata Joko Rabu (6/12/2023).
Termasuk monitoring evaluasi areal bernilai konservasi tinggi pada sepuluh Perkebunan Besar Swasta (PBS) sejauh mana pengelolaan area dengan nilai konservasi tinggi (ANKT) di areal perizinnya serta keterlibatan masyarakat disekitar kebun tersebut. "Sebanyak 50 orang sekolah lapang penerapan prinsip perkebunan berkelanjutan terutama terkait pengelolaan ANKT," jelasnya.
Diklat Auditor ISPO difasilitasi oleh Mutu Institut, bertempat di Belitung Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, berlansung selama tujuh hari. Diikuti oleh dua orang aparatur Dinas perkebunan.
Disebutkan, program Forest Carbon Partnership Facility Carbon Fund (FCPF-CF) tersebut untuk mengurangi emisi Karbon secepat mungkin dan melakukan yang terbaik untuk mempertahankan pemanasan global.
Program FCPF-CF ini juga untuk penurunan emisi karbon gas rumah kaca sektor berbasis hutan dan lahan melalui skema FCP Carbon Fund dilaksanakan pada tahun 2019-2024 di seluruh wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) dengan luas 12,7 hektare (Ha). "Jadi untuk mempertahankan lahan hutan 6,5 juta hektare," ucap Joko. (adv)