"Tentu kami berkomitmen akan merampungkan kegiatan di pertengahan bulan Desember 2023 nanti, terkait dengan program FCPF-CF ini," jelas Kepala Disbun Kutai Timur Sumarjana saat dikonfirmasi Rabu (6/12/2023).
Program FCPF-FC diberikan ke Kalimantan Timur karena memiliki tujuh juta hektare (Ha) hutan tropis dengan tingkat keanekaragaman hayati tinggi, menjadi rumah bagi beragam satwa endemis, serta menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat adat dan masyarakat lokal lainnya.
Selain itu Benua Etam juga memiliki area seluas 2,7 juta hektare ekosistem esensial termasuk indikatif yang menjadi habitat satwa terancam punah dan ekosistem lahan basah.
Pejabat Fungsional Bidang Perencanaan Joko mengaku pihaknya telah melaksanakan kegiatan terkait dengan program FCPF-CF atau emisi gas rumah kaca. Kegiatan tersebut yakni pengendalian dan penanggulangan bencana pertanian. Kegiatannya adalah pencegahan, penanganan kebakaran lahan dan gangguan usaha tanaman pangan, hotikultura dan perkebunan.
“Sejumlah program kegiatan sementara berjalan. Ada juga yang sudah terlaksana. Target pertengahan hingga akhir tahun ini tuntas," kata Joko. (Adv)