Kepala Bagian (Kabag )SDA Setkab Kutim, Arif Nur Wahyuni menyebut, Sosialisai ini bertujuan untuk memberikan persepsi yang sama kepada seluruh pemangku kepentingan dalam melaksanakan program FCPF-CF.
"Dengan menghadirkan narasumber dari Biro Ekonomi Provinsi dan Tenaga Ahli Kehutanan dan Lingkungan Hidup Bappeda Kaltim," kata Arif.
Mencermati fenomena tersebut, diperlukan langkah kongkret untuk menghindari bencana kemanusiaan dan kerugian yang lebih besar. Salah satunya dengan menjalankan program penurunan emisi gas rumah kaca.
"Ini menjadi cara yang strategis dalam upaya mengantisipasi perubahan iklim, desforestasi lahan dan hutan, degradasi hutan sehingga perlu adanya sosialaisai kepada semua pihak,” bebernya.
Untuk itu, ia menilai sosialisai itu penting untuk membangun kesadaran bersama yang melibatkan semua entitas yang terlibat secara langsung. "Maka diimbau semua pihak terkait untuk tetap bersinergi dalam pelaksanaan program FCPF-CF di Kutim," ucap Arif.
Diketahui, puluhan Desa di Kutim akan menjadi sasaran program FCPF-CF. Sehingga perlu pemahaman agar memiliki persepsi yang sama kepada seluruh pemangku kepentingan dalam melaksanakn program FCPF-CF.
Dengan menghadirkan narasumber dari Biro Ekonomi Provinsi dan Tenaga Ahli Kehutanan dan Lingkungan Hidup Bappeda Kaltim. “Sebanyak 83 Desa di Kutim akan menjadi sasaran program FCPF-FC," tutupnya. (adv)