Kepala DLH Kutim, Armin menyampaikan, pihaknya akan terus melakukan koordinasi guna pemahaman lebih maksimal ke seluruh stakeholder dalam penurunan emisi gas rumah kaca. Pihaknya bakal terus menjadikan program ini yang memberikan manfaat dan nilai kepada masyarakat agar lebih maksimal guna menurunkan dampak dari emisi gas rumah kaca.
"Sebagai daerah penyangga Ibukota Negara nantinya yang memiliki konsep hutan kota," jelas Armin, Rabu (29/11/2023).
Upaya penurunan emisi gas rumah kaca, melalui program REDD+ dan Forest Carbon Partnership Facility (FCPF-Carbon Fund). Maka diharapkan terus ada penurunan emisi gas sesuai yang diharapkan.
"Karena Provinsi Kaltim menjadi pionir dalam hal pengurangan emisi karbon di Indonesia," jelasnya.
Sebagai informasi, Kalimantan Timur (Kaltim) dinilai berhasil menurunkan emisi karbon sekitar 30 juta ton CO2 equivalent dan yang dilakukan penilaian oleh Bank Dunia adalah sebesar 22 juta ton CO2 equivalent. (Adv)
Editor: Maruly Z