Hal itu dilakukan dalam upaya mendukung penurunan emisi rumah kaca melalui program Forest Carbon Partnership Facility Carbon Fund (FCPF-CF) yang disalurkan ke instansinya akan bakal fokus melakukan kegiatan di dua kecamatan.
"Alhamdulillah dana yang tersalurkan akan terbagi di dua kecamatan yakni Kecamatan Kecamatan Rantau Pulung dan Teluk Pandan," jelas Kepala BPBD Kutim, M Idris Syam pada Rabu (29/11/2023).
Dimana, kegiatan tersebut adalah sosialisasi terkait kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang berkaitan dengan peranan instansinya. Pihaknya telah membentuk forum Masyarakat Peduli Api (MPA) serta dibantu tim Manggala Agni. "Tim Manggala Agni yang akan memandu kegiatan sosialisasi dibantu aparat TNI/Polri terkait persoalan penegakan hukumnya bagian satuan tugas ," jelas dia.
Sehingga dana yang diterimanya akan diperuntukkan untuk kebutuhan operasional seperti pembagian honor untuk peserta, konsumsi dan Alat Tulis Kantor (ATK). "Ya, tentu kami berharap agar kegiatan semacam ini terus dilakukan. Melakukan sosialisasi semua kecamatan hingga desa," harapnya.
Kegiatan ini juga dilakukan guna membangkitkan kesadaran masyarakat untuk mencegah sejak dini Karhutla. Sebab kebakaran hutan itu sangat berdampak besar, kemudian, berdampak pada keselamatan bahaya pada manusia.
Saat ini pihaknya telah membentuk sebanyak 76 MPA yang tersebar di 18 kecamatan. Maka para relawan tingkat kecamatan dan desa melakukan monitoring setiap saat. "Memberikan imbauan agar tidak membuka lahan saat musim kemarau. Termasuk pembakaran hutan dan lahan," pungkasnya. (Adv)
Editor: Maruly Z