Rakor ini dihadiri oleh Ketua DPRD PPU, Raup Muin, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra PPU, Nicko Herlambang, jajaran PT SMI, sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pejabat terkait lainnya.
Pj Bupati PPU, Zainal Arifin mengatakan bahwa pinjaman daerah merupakan salah satu alternatif yang dilakukan daerah untuk mendukung terwujudnya pembangunan di wilayahnya.
“Prinsipnya hari ini kita sedang berdiskusi untuk membuka peluang-peluang pendanaan kreatif untuk pembiayaan pembangunan yang ada di PPU,” kata Zainal Arifin.
Kehadirian PT SMI, Zainal adalah terkait dengan alternatif pembiayaan melalui pinjaman yang diharapkan mampu menjadi suporting untuk pendanaan bagi kegiatan-kegiatan yang sifatnya prioritas. “Pinjaman ini fungsinnya suporting kegiatan pembangunan yang dilaksanakan,” ujarnya.
Terkait rencana pinjaman Pemkab PPU, Zainal Arifin beberkan saat ini pemerintah masih sedang ada ikatan pinjaman dengan pihak PT SMI dan baru akan berahir di 2026 mendatang.
“Saat ini kita masih menjajaki itu dan terkait pinjaman ini masih harus kita diskusikan lebih lanjut lagi. Hari ini kita juga didampingi Ketua DPRD dan beliau tadi mengamanatkan agar selalu memperhatikan efektivitas pelaksanaan program, sehingga program-program yang dijalankan tersebut dapat betul-betul bisa dirasakan masyarakat,” kata Zainal Arifin.
Sementara itu Ketua DPRD Kabupaten PPU, Raup Muin dalam pertemuan ini mengatakan bahwa PPU memiliki wilayah yang sangat luas, tetapi penduduknya masih kurang.
Oleh karena itu pembiayaan dalam kegiatan pembangunan membutuhkan pendanaan yang lebih besar di bandingkan wilayah lainnya di Indonesia yang wilayahnya lebih kecil.
Dirinya menilai sejumlah pembangunan di PPU yang pembiayaannya dari dana pinjaman PT SMI beberapa tahun lalu hingga saat ini pemanfaatannya ada yang belum maksimal salah satunya adalah pembangunan Coastal Road.
“Terkait pinjaman pada prinsipnya kami tidak masalah dan meyakinkan jika itu untuk kebaikan PPU pastilah saya setuju. Namun sayang rasanya biaya yang begitu besar jika peruntukannya tidak tepat. Oleh karena itu dalam membangun konsep perencanaannya harus jelas,” tuturnya. (Adv)
Editor: Aspian Nur