Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK PPU, Sri Kusuma Winahyu, Kepala Dinas P3AP2KB PPU, Chairur Rozikin dan sejumlah pejabat terkait lainnya di PPU.
Kepala Dinas P3AP2KB PPU, Chairur Rozikin mewakili Penjabat (Pj) Bupati PPU Zainal Arifin mengatakan bahwa penguatan fungsi rumah ibadah memerlukan keterlibatan antara pemerintah dan lembaga keagamaan.
Karena menurutnya lembaga agama merupakan bagian dari masyarakat yang mendukung pemerintah dalam upaya pemenuhan hak anak dan perlindungan dari segala bentuk kekerasan, eksploitasi, kerentanan, diskrimnasi dan perlakuan salah lainnya.
“Saya berharap kepada seluruh pengurus masjid maupun gereja menjadi ramah anak, sehingga bukan hanya menjadi tempat sholat dan ibadah saja namun ada juga tempat bagi anak – anak untuk bermain dengan rasa aman dan nyaman, bebas dari segala bentuk kekerasan, eksploitasi, kerentanan, diskrimnasi dan perlakuan salah lainnya,” kata Chairur Rozikin.
Sementara itu, Ketua TP PKK PPU, Sri Kusuma Winahyu mengungkapkan bahwa PKK PPU turut mendukung dalam mengimplementasikan program RIRA di PPU.
“PKK siap mewujudkan rumah ibadah ramah anak, menciptakan rumah ibadah yang tidak hanya menjadi tempat beribadah tetapi juga tempat yang aman dan menyenangkan bagi anak-anak kita,” ucap Sri Kusuma.
Sosialisasi RIRA tahun 2024 ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) tentang RIRA, meningkatkan komitmen bersama pemerintah daerah, OPD terkait dan masyarakat tentang pemenuhan hak anak pada kaster pendidikan dan pemanfaatan waktu luang serta kegiatan seni budaya.
Dalam acara ini juga dilaksanakan penandatanganan komitmen bersama oleh undangan yang hadir dalam rangka mewujudkan rumah ibadah yang ramah anak, untuk mendukung kabupaten layak anak di PPU.
Turut hadir Kepala Kemenag PPU, Disdikpora PPU, perwakilan Kecamatan Penajam dan Waru, pengurus masjid ramah anak se-PPU, gereja, UPT Puskesmas Waru, FKUB serta narasumber dari Dinas P3AP2KB Balikpapan bersama pengurus RIRA Balikpapan. (adv)