Diklat ini diikuti 65 peserta terdiri dari 36 calon Paskibraka yang merupakan pelajar SMA/SMK/MA sederajat se-Kabupaten PPU dan 29 peserta lainnya terdiri dari gabungan panitia inti dari Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) PPU, pelatih dan tim kesehatan.
Sekda PPU, Tohar dalam arahannya memberikan beberapa catatan penting kepada seluruh calon Paskibraka, pembina serta pelatih bahwa para calon Paskibra harus semangat dalam melaksanakan Diklat.
Para pelatih diharapkan dapat memberikan pemahaman sejarah dan pemahaman utuh terkait gerakan dalam Paskibraka selama pelaksanaan diklat berlangsung.
"Pertama, ketika kemarin dilaksanakan apel pagi di Kantor Bupati, bapak Pj Bupati memberikan api semangat kepada saudara - saudara. Pegang kata - kata itu sebagai spirit untuk menapaki proses panjang dari terbentuknya Paskibraka tingkat PPU ini," kata Tohar.
Kemudian tambah Tohar, Pj Bupati berpesan kepada pelatih agar memberikan pemahaman sejarah terbentuknya Paskibraka di Indonesia kepada seluruh peserta Diklat.
"Tujuannya agar setiap gerakan ada pakemnya dari sisi gerakan dan sikap itu ada ruhnya yang memang terjiwai ketika putra-putri kita betul-betul memahami dari sejarah," ujar Tohar.
Selanjutnya, para pelatih dan pembina Diklat tersebut agar bisa memberikan pemahaman yang utuh terkait teknis gerakan, yang membentuk sikap yang pantas dilihat, pantas dibanggakan, dan pantas menjadi contoh bagi generasinya.
"Berikan pemahaman yang utuh terkait teknis gerakan, yang membentuk sikap yang pantas dilihat, pantas dibanggakan, dan pantas menjadi contoh bagi generasinya," tutupnya.
Turut hadir dalam kegiatan Perwakilan Kesbangpol Kalimantan Timur (Kaltim), Kepala Dinas Kesbangpol PPU Agus Dahlan, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) PPU, Faisal Arifuddinb dan Kepala Sekolah (Kepsek) yang siswanya menjadi calon Paskibraka, Pembina dan Pelatih Paskibraka PPU. (Adv)
Editor: Aspian Nur