sponsor

Selasa, 29/09/2026

Heriansyah: Kolaborasi Lintas Sektor Bikin Erau 2026 Ramai, Budaya Berdampak ke UMKM

Selasa, 29/09/2026

Ramainya pengunjung di Expo Erau 2026 (heri/korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

sponsor

Heriansyah: Kolaborasi Lintas Sektor Bikin Erau 2026 Ramai, Budaya Berdampak ke UMKM

Selasa, 29/09/2026

logo

Ramainya pengunjung di Expo Erau 2026 (heri/korankaltim.com)

Penulis : Muhammad Heriansyah 

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Pelaksanaan Festival Erau Adat Kutai 2026 tidak hanya menghadirkan rangkaian ritual dan pertunjukan budaya. Kolaborasi lintas sektor yang dibangun selama pelaksanaan turut mendorong tingginya kunjungan masyarakat ke berbagai lokasi kegiatan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara, Heriansyah, menyebut tren kunjungan selama Erau 2026 mengalami peningkatan yang sangat signifikan.

Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat tidak hanya terlihat pada hari-hari tertentu ketika ritual utama berlangsung. Hampir setiap hari selama Erau, masyarakat datang untuk menyaksikan berbagai kegiatan yang disuguhkan.

“Trennya peningkatan kunjungan sangat luar biasa sekali. Tidak hanya pada hari-hari tertentu, bahkan setiap hari Erau itu berlangsung,” kata Heriansyah.

Ia menilai, kondisi tersebut menjadi peluang untuk membangun ekosistem budaya yang lebih luas. Erau tidak cukup hanya diposisikan sebagai agenda pelestarian tradisi, tetapi juga harus memberikan dampak nyata terhadap sektor ekonomi masyarakat.

Heriansyah berharap keberadaan Erau mampu menggerakkan UMKM sekaligus memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Kutai Kartanegara.

“Harapan kita budaya ini ada ekosistem budaya yang mampu kita ciptakan, tidak hanya sebuah pelestarian budaya, tetapi juga mampu memberikan dampak terhadap UMKM dan kesejahteraan masyarakat Kutai Kartanegara,” ujarnya.

Menurut Heriansyah, konsep kolaborasi menjadi salah satu hal penting dalam mengembangkan Erau. Berbagai sektor dapat mengambil peran sesuai dengan bidang masing-masing sehingga kemeriahan festival tidak hanya terpusat pada kegiatan adat, tetapi juga menghadirkan ruang edukasi, ekonomi dan kreativitas masyarakat.

Salah satunya melalui Expo Pendidikan yang disiapkan dalam rangkaian kegiatan Erau 2026.

Expo tersebut menjadi ruang bagi satuan pendidikan untuk memperkenalkan berbagai aktivitas pembelajaran yang berkaitan dengan potensi lokal, termasuk pertanian dan peternakan.

Heriansyah mengatakan, sejumlah sekolah dasar maupun sekolah menengah telah diarahkan untuk mengintegrasikan pembelajaran dengan pendekatan pertanian dan peternakan.

“Sekolah-sekolah ini diajarkan dengan sistem pola sekolah pendekatan pertanian, peternakan, sehingga anak-anak kita itu bisa belajar langsung dan praktik langsung. Ada edukasi di situ,” jelasnya.

Menurutnya, pembelajaran secara langsung akan memberikan pengalaman berbeda bagi anak-anak. Mereka tidak hanya mendapatkan teori di ruang kelas, tetapi juga melihat dan mempraktikkan secara langsung bagaimana sektor pertanian dan peternakan dikembangkan.

Lebih jauh, pendekatan tersebut diharapkan dapat mengubah cara pandang generasi muda terhadap profesi petani dan peternak.

Heriansyah ingin anak-anak Kukar memahami bahwa menjadi petani maupun peternak di era modern memiliki prospek masa depan yang baik.

“Ini menjadi suatu hal yang baik bagi anak-anak kita, yang mana menumbuhkan mereka bahwa dewasa ini menjadi seorang petani, menjadi seorang peternak itu mempunyai masa depan yang bagus,” katanya.

Terlebih, perkembangan teknologi telah mendorong perubahan besar dalam sistem pertanian dan peternakan. Cara bertani yang sebelumnya masih konvensional mulai bergeser menuju pola yang lebih modern dengan pemanfaatan teknologi dan inovasi.

“Karena proses modernisasi cara bertaninya dari konvensional ke modern,” tutur Heriansyah.

Ia berharap integrasi antara budaya, pendidikan dan sektor ekonomi tersebut dapat terus dikembangkan setelah Erau berakhir.

Dengan begitu, Erau tidak hanya menjadi momentum tahunan yang menghadirkan keramaian, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan pelestarian budaya dengan pemberdayaan masyarakat dan edukasi generasi muda.

Bagi Heriansyah, tingginya kunjungan selama Erau 2026 menjadi modal penting untuk terus membangun ekosistem budaya di Kukar. “Tradisi tetap dijaga, masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi, sementara generasi muda memperoleh ruang belajar dan pengalaman langsung dari potensi daerahnya sendiri,” demikian Heriansyah. (adv)

sponsor

Heriansyah: Kolaborasi Lintas Sektor Bikin Erau 2026 Ramai, Budaya Berdampak ke UMKM

Selasa, 29/09/2026

Ramainya pengunjung di Expo Erau 2026 (heri/korankaltim.com)

Share

Berita Terkait