
Senin, 28/09/2026
Senin, 28/09/2026
Kadisdikbud Kukar, Heriansyah. (Dok. Muhammad Anshori/KoranKaltim.com)

Senin, 28/09/2026

Kadisdikbud Kukar, Heriansyah. (Dok. Muhammad Anshori/KoranKaltim.com)
Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Pengunjung Erau Adat Kutai 2026 di Kutai Kartanegara (Kukar) lampaui batas target hingga mencapai 700 ribu orang.
Informasi lonjakan besar ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Heriansyah, saat momentum puncak ritual Senin (28/9/2026).
Heriansyah menyebut data tersebut merupakan hasil estimasi dari berbagai sumber informasi sepanjang kegiatan berlangsung. "Target 40.000, tapi realisasinya mencapai 700 ribu pengunjung, ini bukti Erau punya daya tarik luar biasa bagi masyarakat lokal maupun luar," kata Heriansyah, Senin (28/9/2026).
Selain sukses menyedot wisatawan luar daerah, Erau Adat Kutai juga meraih prestasi gemilnag di tingkat nasional.
Evant budaya kebanggan Kukar ini berhasil masuk dalam 100 Evenr Terbaik Nasional setelah melalui proses kursai yang sangat kuat.
Proses seleksi nasional tersebut berjalan panjang, 3.000 lebih event mendaftarkan diri di tingkat nasional. 623 event berhasil lolos masuk ke tahap penilaian tim pakar, 125 event ditetapkan sebagai terbaik nasional, hingga akhirnya dikerucutkan menjadi Top 100, di mana Erau Adat Kutai menjadi salah satu di dalamnya. Ia menilai capaian ini menjadi modal besar untuk mendorong pengembangan Erau pada pelaksanaan berikutnya.
"Kita akan terus bergerak untuk mewujudkan ekosistem budaya di Kukar," tegasnya. Suksesnya gelaran ini ditutup dengan dua ritual adat utama yang diikuti dengan antusias oleh ribuan warga serta kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura yaitu Ngulur Naga Laki dan Naga Bini dibawa dari Keraton di Tenggarong menuju Desa Kutai Lama, Kecamatan Anggana.
Dalam perjalanannya, prosesi ini sempat singgah di Batang Aji, Samarinda Seberang, untuk menjalani tahapan bergenyawa/beristirahat sebelum dilarungkan ke Sungai Mahakam di kawasan Negeri Jahitan Layar. Setelah pelarungan, bagian kepala dan ekor replika naga dibawa kembali ke keraton untuk disemayamkan. Ritual penyucian diri massal yang diawali oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Menggunakan Air Tuli yang bersumber dari perairan Kutai Lama, air dipercikkan menggunakan mayang pinang ke empat penjuru mata angin.
Warga dan pengunjung kemudian saling memercikkan air sebagai simbol pembersihan dan perlindungan diri dari unsur-unsur buruk. Melalui kesuksesan besar ini, Heriansyah berharap keberlangsungan Erau tidak berhenti pada kemeriahan acara saja, melainkan mampu menjaga eksistensi adat lawas suku Kutai yang telah diwariskan dari generasi ke generasi agar tetap lestari, aman, dan tertib. (Adv)

Senin, 28/09/2026
Kadisdikbud Kukar, Heriansyah. (Dok. Muhammad Anshori/KoranKaltim.com)
TERPOPULER