
Senin, 28/09/2026
Senin, 28/09/2026
Prosesi Merebahkan Tiang Ayu (heri/korankaltim.com)

Senin, 28/09/2026

Prosesi Merebahkan Tiang Ayu (heri/korankaltim.com)
Penulis : Muhammad Heriansyah
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Rangkaian Festival Erau Adat Kutai 2026 resmi berakhir di Tenggarong. Penanda berakhirnya rangkaian tradisi tersebut ditandai dengan prosesi menurunkan Tiang Ayu di halaman Museum Mulawarman, Tenggarong, Senin (28/9/2026).
Prosesi sakral ini berlangsung sekitar pukul 08.00 WITA dan diikuti Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI Muhammad Arifin bersama Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri, Wakil Bupati Rendi Solihin, kerabat Kesultanan serta para tamu kehormatan. Penurunan Tiang Ayu menjadi salah satu prosesi penting dalam rangkaian Erau.
Setelah seluruh rangkaian adat dilaksanakan selama sepekan, Tiang Ayu kemudian diturunkan sebanyak tiga kali atas titah Sultan sebagai simbol berakhirnya pelaksanaan Erau. Sebelum prosesi dimulai, peserta mengikuti pembukaan dan pembacaan sinopsis mengenai sejarah merebahkan atau menurunkan Tiang Ayu.
Selanjutnya, Sultan memberikan titah kepada kerabat dan tamu kehormatan untuk menghampiri serta memegang Tiang Ayu bersama-sama. Tiang Ayu kemudian diturunkan sebanyak tiga kali. Setelah itu dilanjutkan pembacaan doa dan ramah tamah. Bagi Bupati Aulia Rahman Basri, berakhirnya Erau bukan berarti berhentinya tanggung jawab untuk menjaga nilai-nilai adat dan sejarah Kutai.
“Momentum ini menjadi pengingat agar seluruh masyarakat terus merawat warisan yang telah diwariskan para pendahulu,” ucap Bupati Aulia. Usai penurunan Tiang Ayu, kegiatan dilanjutkan dengan ziarah ke makam Aji Imbut, pendiri Kota Tenggarong, serta makam raja-raja Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Tenggarong ke-244.
Dalam sambutannya, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI yang dibacakan Kepala Dinas Pariwisata Kukar Awang Agus Darmawan, memberikan apresiasi kepada Pemkab Kukar, Forkopimda dan seluruh pihak yang turut membangun Kota Tenggarong.
Ia menyinggung sejumlah pembangunan simbol wilayah seperti Tuah Himba sebagai landmark Kukar, Taman Titik Nol Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara, Taman Tanjung serta Taman Musik. Menurutnya, berbagai simbol tersebut memiliki arti penting dalam menjaga keberadaan dan pelestarian adat Kesultanan Kutai Kartanegara sekaligus menjadi kekuatan dalam membangun Kukar pada masa mendatang.
Sultan juga mengajak seluruh pihak menjadikan ziarah makam para pendahulu sebagai momentum introspeksi dalam membangun Kota Tenggarong. “Ziarah makam Sultan Kukar ini dapat menjadi cermin untuk mengintrospeksi dalam membangun Kota Tenggarong,” demikian pesan Sultan yang dibacakan Awang Agus.
Momentum penutupan Erau tahun ini juga disebut memiliki kesan tersendiri. Erau Adat Kutai 2026 masuk dalam 100 event terbaik dalam Kharisma Event Nusantara. Pelaksanaan Erau juga mendapat perhatian luas dengan jumlah kunjungan yang disebut telah mencapai lebih dari 700 ribu orang, baik dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara.
Sementara itu, Aulia dalam sambutannya mengingatkan bahwa peringatan Hari Jadi Tenggarong ke-244 tidak sekadar merayakan pertambahan usia sebuah kota. “Sesungguhnya yang kita lakukan bukan hanya memperingati usianya, kita juga memperingati perjalanannya,” tegas Aulia. (adv)

Senin, 28/09/2026
Prosesi Merebahkan Tiang Ayu (heri/korankaltim.com)
TERPOPULER