Pelaksanaan subuh berjamaah dipimpin langsung dengan bertindak sebagai Imam yakni Ustaz M. Taufik yang merupakan pembimbing khalifah Kukar setiap perhelatan MTQ tingkat provinsi dan nasional sekaligus salah satu pelatih dari program satu desa satu hafidz Quran.
Bertindak sebagai pengisi tausyiah kuliah tujuh menit (kultum) ialah Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kukar Ustaz Harunu Rasyid.
“Program safari subuh ini kegiatan yang baik ini akan terus berlanjut dan kita berharap dengan kegiatan ini akan selalu kita titipkan doa kita mudahan daerah kita Kutai Kartanegara menjadi daerah Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, mudahan dengan banyaknya jemaah ini akan terus berlanjut di safari subuh selanjutnya dan semoga hari esok lebih baik dari hari ini,” tegas Bupati Kukar Aulia Rahman Basri dalam kata sambutannya.
Sementara itu dalam penyampaiannya mengisi tausyiah Kultum, Ustaz Harunu Rasyid menyebutkan sepanjang pelaksanaan safari subuh yang berlangsung dalam perjalanan tujuh tahun ini, pada safari subuh ke-296 ini adalah pelaksanaan yang paling besar dan paling banyak dihadiri jemaah. “Ini yang terbesar dan terbanyak jemaahnya, semoga terus berlanjut seperti ini,” harap Harunu.
Eroh Bebaya Jadi Strategi Budaya Kukar di Kancah Nasional

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Eroh Bebaya ke-7 dilaksanakan di Yogyakarta tak hanya menjadi festival tahunan mahasiswa Kukar, tapi juga ajang memperkenalkan jati diri daerah di jantung kebudayaan nasional.
Para mahasiswa asal Kukar yang berkuliah di Yogyakarta menghadirkan suasana kampung halaman mereka. Dari permainan rakyat seperti enggrang, bakiak, hingga begasing, acara ini menghadirkan pengalaman budaya yang autentik, membentuk ruang pertemuan hangat antara generasi muda dan akar tradisi. Semua itu dikemas bukan hanya untuk nostalgia, melainkan sebagai cara membumikan identitas di tanah rantau.
Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, hadir langsung dalam acara ini, menjadikan Eroh Bebaya sebagai kunjungan resmi pertamanya pasca-pelantikan periode kedua bersama Bupati Aulia Rahman Basri. Di hadapan ribuan penonton dan tamu undangan, Rendi menyampaikan makna penting dari festival ini.
“Kami ingin menjadikan budaya sebagai wajah Kukar. Bukan hanya di Kalimantan, tapi di panggung nasional bahkan dunia,” ungkapnya.
Menurut Rendi, warisan budaya Kutai bukan hanya kebanggaan lokal, tetapi juga fondasi sejarah nasional. “Kutai Kartanegara adalah kerajaan Hindu tertua di Republik ini. Budaya kami adalah kekayaan yang membentuk Indonesia sejak mula,” ucapnya.
Ia juga menyebut bahwa kearifan lokal itulah yang membuat wilayah Kukar menjadi bagian penting dari Ibu Kota Nusantara (IKN) yang baru.
Pesan Wabup masa depan Kukar harus dibangun bukan hanya oleh sumber daya alam, tetapi oleh manusia-manusia muda yang berpikir dan berakar kuat pada budayanya.
“Untuk muda mudi Kukar pesannya tanamkan bahwa keberhasilan tidak hanya dicapai di ruang kuliah, tapi juga lewat pelestarian identitas,” tandasnya.
Bupati Kukar Soroti Pendidikan Gratis, Pemerintah Siapkan Dukungan Seragam dan Tegaskan Larangan Pungutan
.jpeg)
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menekankan pendidikan dan penegasan terkait larangan pungutan.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengungkapkan kebijakan pendidikan gratis kini mulai diimplementasikan, khususnya bagi peserta didik baru di tahun ajaran 2025/2026 dengan fokus pada pelarangan pungutan dan dukungan penyediaan seragam melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Sekolah kita saat ini sudah diimbau untuk tidak melakukan pungutan kepada wali murid di sekolah. Termasuk tidak memperjualbelikan seragam. Dan insya Allah, untuk seragam nanti akan kita upayakan disupport dari APBD,” jelasnya, Selasa (1/7/2025).
Langkah ini, merupakan bagian dari program prioritas dalam visi Kukar Idaman Terbaik, yang bertujuan menciptakan pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah.
Meski beberapa kebijakan masih dalam tahap peralihan dan penyempurnaan, Pemkab sudah memulai realisasi pada area-area yang paling memungkinkan, tanpa menunggu semua kondisi sempurna.
Aulia menegaskan, pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan pendidikan gratis akan dikawal ketat oleh OPD terkait dan didukung oleh peran serta masyarakat.
Ia membuka ruang bagi warga untuk melapor jika masih terjadi pungutan liar di sekolah. “Kalau seandainya masih ada yang memungut, segera laporkan. Kita tidak ingin ada pembebanan kepada orang tua murid,” tegasnya.
Namun, Aulia juga mengakui adanya tantangan pada sekolah swasta, yang belum sepenuhnya bisa dijangkau oleh skema pembiayaan yang saat ini berlaku di sekolah negeri. Hal ini berkaitan dengan belum tersedianya dukungan operasional bagi sekolah swasta dalam program Kukar Idaman.
“Kalau kita langsung tutup keran di sekolah swasta, lalu bagaimana mereka bisa membayar gaji guru? Namun, ke depannya, jika RPJMD Kukar Idaman Terbaik sudah terimplementasi secara penuh, hal itu akan menjadi solusi. Program ini saat ini masih dalam tahap berjalan (ongoing),” ucapnya.
Sebagai solusi, Pemkab akan memasukkan dukungan terhadap sekolah swasta dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kukar Idaman Terbaik. Dengan begitu, dalam waktu dekat, bantuan operasional untuk seluruh satuan pendidikan, baik negeri maupun swasta, dapat dijalankan secara proporsional dan berkelanjutan.
Bupati Kukar itu, menekankan bahwa implementasi kebijakan ini tidak menunggu semuanya sempurna lebih dulu. “Kami tidak mau nunggu ideal dulu. Yang penting, mana yang bisa, itu sudah diserahkan ke masyarakat. Anggarannya sudah kita siapkan, sudah kita gas,” pungkasnya.
Bupati Kukar Tinjau Lokasi Bioskop: Siap Hadirkan Kawasan Hiburan Modern Berkelas Kota Besar
.jpeg)
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menggarap ambisi besar menghadirkan bioskop representatif pertama di Tenggarong yang dipadukan dengan pengembangan pasar modern, pusat UMKM dan kawasan publik yang hidup.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri memimpin untuk meninjau dua lokasi strategis calon pembangunan bioskop dan memantau progres revitalisasi pasar semi-modern yang kini telah menjelma menjadi pasar modern.
“Kami telah meninjau dua lokasi. Saat melihat pasar semi-modern, sempat dibahas kemungkinan membangun bioskop di area pasar atau di sekitarnya. Setelah ditinjau lebih lanjut, kami menilai kondisi pasar kini lebih menyerupai pasar modern,” jelasnya, Selasa (1/7/2025).
Lanjut dia, dua titik lokasi kini mengerucut sebagai kandidat utama pembangunan bioskop, yakni di area pasar semi-modern bertempat di Tangga Arung. Konsepnya cukup inovatif lantai bawah tetap menjadi lahan parkir, sementara lantai atas menjadi bioskop yang terhubung langsung ke pasar melalui Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). “Pengunjung cukup naik jembatan, tanpa perlu turun ke jalan. Nyaman, aman, dan efisien,” ujarnya.
Tak hanya itu, Pemkab juga melirik lokasi strategis Gedung Ekonomi Kreatif (Ekraf) dan pujasera sebagai simpul baru kawasan hiburan. Meskipun masih memerlukan perbaikan pada akses, listrik, dan air, Aulia optimistis gedung tersebut bisa difungsikan mulai akhir tahun.
“Kalau kawasan ini hidup, kunjungan akan meningkat. Tapi tidak cukup hanya ramai, kita ingin ada perputaran uang, ada spending money,” tegasnya.
Untuk mendorong ekonomi kreatif dan gaya hidup urban, Pemkab membuka opsi menghadirkan tenan nasional seperti Excelso dan memadukannya dengan pelaku UMKM lokal.
Strategi ini dinilai akan menciptakan ekosistem yang seimbang memberi ruang pada anak muda dan industri kreatif, sekaligus tetap mengangkat produk lokal masyarakat sekitar. “Target kami bukan sekadar punya bioskop. Tapi menghadirkan bioskop yang tidak kalah dengan kota besar,” tutupnya.
Ngopi Bareng Wartawan, Aulia-Rendi Pererat Hubungan dengan Media untuk Kemajuan Pembangunan Kukar
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Usai dilantik dan mengikuti retret kepala daerah di IPDN Jatinangor, Bupati dan Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri dan Rendi Solihin langsung bersilaturahmi dan ngopi bareng bersama awak media di Kukar, Selasa (2/7/2025).
Momen bersejarah ini berlangsung di Bukit Mahoni, salah satu destinasi unggulan di Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tenggarong Seberang.
Puluhan awak media dari berbagai platform media cetak, online, hingga televisi hadir dan membaur dalam suasana santai namun penuh kesan. Acara ini dipandu oleh Dedi Nala Arung, penggiat media senior dan literasi sekaligus seniman asal Kukar.
Pertemuan ini menjadi bukti komitmen pasangan kepala daerah generasi milenial ini untuk membangun hubungan baik dengan awak media dan tentunya bertujuan untuk pembangunan menyeluruh bagi masyarakat Kukar.
Pertemuan yang berlangsung dua arah ini membahas seputar permasalahan yang harus segera ditangani oleh pemerintah daerah, termasuk isu pembangunan, lingkungan hijau, seni dan kebudayaan hingga upaya bersama untuk peningkatan kesejahteraan dan kompetensi SDM para wartawan.
“Pertemuan ini merupakan langkah awal kami untuk membangun hubungan baik dengan jurnalis dan masyarakat, kita tunda dulu menghadiri undangan di Jakarta, yang terpenting kami bertemu dulu dengan kawan-kawan media semua,” ujar Bupati Aulia Rahman Basri.
Bupati yang berlatar belakang sebagai tenaga medis ini menyatakan bahwa pasangan Aulia-Rendi ingin melihat kondisi Kukar dari segala sisi. Tujuannya, untuk memberikan program yang benar-benar dirasakan masyarakat dan hadir untuk memberi solusi dari permasalahan yang dihadapi masyarakat.
“Kami ingin mendengar aspirasi dan masukan dari jurnalis dan masyarakat untuk membangun Kukar yang lebih baik,” tegasnya.
Silaturahmi bersama awak media berlangsung dengan interaktif dan penuh kehangatan, dibalut candaan khas para jurnalis. Perwakilan dari berbagai asosiasi dan organisasi wartawan menyampaikan masukan, ide serta kritik membangun. Sesekali, acara diselingi dengan curhatan ringan yang mengundang tawa dan menciptakan suasana akrab di antara semua yang hadir.
Job Fair 2025, Aulia Rahman Basri: Kami Harap Pemberi Kerja dan Pencari Kerja Bisa ‘Kawin’
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Bupati dan Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia-Rendi hadir langsung memantau pelaksanaan Job Fair yang digagas Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kukar sebagai wujud realisasi Program Kukar Siap Kerja, Rabu (2/7/2025).
Job Fair kali ini diikuti oleh 28 perusahaan yang beroperasi di Kukar dari berbagai sektor usaha. Dalam arahannya sebelum membuka secara resmi, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyatakan komitmennya bahwa pemerintah akan berupaya maksimal membuka ruang sebesar-besarnya bagi seluruh warga Kukar yang masih berstatus pencari kerja agar bisa diakomodir memiliki pekerjaan tetap. “Kami harap pemberi kerja dan pencari kerja pada kegiatan Job Fair dua hari ini ‘bisa kawin’,” harap Aulia.
Aulia menegaskan Kukar Idaman Terbaik lanjutan dari Kukar Idaman dipastikan memberikan ruang kepada para pencari kerja untuk meng-upgrade skill dan kemampuan kompetensi, salah satu program dedikasi adalah gerakan Kukar Siap Kerja, bertujuan agar warga asli Kukar mendapatkan peningkatan terbaik kualitas kesejahteraan ekonomi masyarakat salah satunya dengan mengupgrade skill kemampuan dalam ketekunan di masing-masing disiplin ilmu dan profesi yang digeluti.
“Harapan kita pencari kerja sekalian yang diakomodir semua adalah yang memiliki KTP Kutai Kartanegara, kalau kawan-kawan operator alat berat dan kawan-kawan belum memiliki sertifikasi segera kirimkan ke Distransaker untuk kemudian bisa difasilitasi pemerintah mendapatkan peningkatan kemampuan skill, sehingga ketika sudah mendaftar teman-teman sudah punya ‘SIM’ atau sudah mengantongi sertifikasi skill yang dibutuhkan oleh pemberi kerja,” tegasnya.
Kepada warga Kukar sebagai pencari kerja, Dokter Aulia berharap semua warga bisa menggunakan kesempatan ini sebaik-baiknya dan ditekankan kepada seluruh perusahaan pemberi kerja agar bertindak seadil-adilnya.
“Utamakan yang diterima yang berKTP Kukar karena Job Fair ini dari Kukar dan untuk Kukar, kemudian para teman-teman perusahaan saya minta jangan terlalu saklet, apabila syaratnya masih bisa disusulkan selama tidak substantif itu bisa dikondisikan, sehingga warga etam bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan baik,” tukasnya.
Aulia Dorong Duta Wisata Kukar Jadi Wajah Baru Promosi Pariwisata dan Budaya
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Pemilihan Teruna Dara Duta Wisata dan Puteri Pariwisata Kukar 2025 bukan sekadar ajang kontes kecantikan atau unjuk bakat semata. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wahana strategis untuk mencetak generasi muda yang siap menjadi duta budaya dan pariwisata daerah hingga ke pentas internasional.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri menyampaikan harapan besar terhadap para finalis yang telah melalui proses panjang dan seleksi ketat.
“Para Grand Finalis bukan hanya tampil menawan, tetapi mereka adalah wajah masa depan pariwisata Kukar. Mereka membawa semangat, kecerdasan, serta kreativitas yang akan menjadi kekuatan utama dalam mempromosikan keindahan dan kekayaan budaya kita,” jelasnya, Sabtu (5/7/2025).
Ia menekankan tugas utama seorang duta bukan hanya mengenalkan wisata alam semata, melainkan juga membawa narasi baru. Narasi yang menggambarkan sejarah, nilai-nilai budaya, serta kehangatan masyarakat Kukar dengan pendekatan yang relevan dan kekinian.
Menurutnya, promosi destinasi wisata kini tidak bisa hanya mengandalkan brosur atau slogan, melainkan harus dikemas dengan cerita inspiratif dan inovatif.
“Era digital memberikan peluang sekaligus tantangan. Karena itu, duta wisata saat ini harus melek teknologi dan aktif memanfaatkan media sosial. Mereka harus menjadi influencer kebaikan yang membawa cerita Kukar ke dunia,” tambahnya.
Ia juga menyinggung pentingnya posisi strategis Kukar sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Di tengah geliat pembangunan IKN, Kukar menjadi salah satu kawasan penting yang menawarkan kekayaan budaya lokal dan potensi wisata luar biasa.
Peran duta wisata pun semakin krusial sebagai penyambut dunia di gerbang ibu kota baru. “Merekalah jembatan penghubung antara dunia luar dan keindahan lokal yang kita miliki,” ucapnya.
Tak lupa, ia memberikan semangat kepada seluruh finalis untuk tetap rendah hati dan terus belajar. Ia menyampaikan bahwa mahkota kemenangan bukan sekadar simbol juara, tetapi amanah besar untuk membawa nama baik Kukar ke tingkat yang lebih tinggi.
“Sejak hari ini kalian semua adalah bagian dari keluarga besar pariwisata Kukar. Jadilah inspirasi bagi generasi muda lainnya,” pungkasnya.
Bupati Lepas 58 Anak-anak Idaman Voice untuk Mengikuti Lomba Paduan Suara Tingkat Internasional di Singapura
.jpeg)
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri melepas secara simbolis 58 anak-anak berprestasi yang tergabung dalam kelompok paduan suara Idaman Voice untuk mengikuti pertandingan paduan suara bertaraf internasional bertajuk Competition Concert toward Singapore International Chor Festival 2025, Rabu-Minggu (23-27/7/2025).
Pelepasan secara resmi oleh orang nomor satu Kukar ini dilakukan di Pendopo Bupati Odah Etam, Tenggarong, Kamis (18/7/2025) malam dengan turut disaksikan puluhan orang tua wali dari ke-58 anak-anak yang tergabung dalam Idaman Voice dengan dibina langsung oleh Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kabupaten Kukar.
“Pelepasan untuk anak-anak Kutai Kartanegara mengikuti lomba paduan suara di Singapur International 2025. Jadi sebanyak 58 orang anak-anak Kutai Kartanegara mengikuti perlombaan paduan suara internasional di Singapur, sebelumnya mereka sudah menjadi juara di Bali Internasional Paduan Suara,” kata Dokter Aulia kepada awak media.
Sebelum dilepas secara resmi, 58 anak ini menampilkan paduan suara yang indah dengan melantunkan beberapa lagu religi untuk di sesi pertama dan menyanyikan beberapa lagu khas daerah pada sesi kedua. Lantunan paduan suara yang indah seakan menghipnotis puluhan undangan yang hadir dan direspon dengan tepuk tangan yang meriah.
Keseriusan dan kegigihan kelompok paduan suara ini berbanding lurus dengan dukungan penuh oleh Pemkab Kukar. Baru berusia 2 tahun, grup paduan suara yang dibentuk pada era kepemimpinan Bupati Edi Damansyah ini nyatanya sudah mampu mengharumkan nama Kutai Kartanegara, yakni yang terbaru pada lomba paduan suara di Bali dengan mempersembahkan tiga medali emas.
Dokter Aulia berpesan kepada anak-anak Idaman Voice bahwa juara itu bukan tujuan. Akan tetapi tujuan mengikuti lomba internasional di Singapur adalah untuk mengembangkan diri dan menampilkan potensi terbaik yang mereka miliki dan yang sudah mereka asah selama proses latihan.
“Jadi jangan juga mereka terbebani datang kesana jadi juara akan tetapi juara itu akan mengikut dengan sendirinya karena penampilan luar biasa dan tadi saja sudah kita lihat kan penampilannya sudah sangat baik, tentu kita optimis lah,” demikian Aulia. (Adv)