Kepala Desa Loa Duri Ulu, Muhammad Arsyad, mengatakan bahwa program BLT-DD ini menjadi salah satu bentuk tanggung jawab dan kepedulian pemerintah desa dalam membantu masyarakat yang terdampak tekanan ekonomi. Bantuan sebesar Rp300 ribu per orang tersebut diberikan kepada warga yang masuk dalam kategori kurang mampu dan rentan secara sosial ekonomi.
“Bantuan ini kami salurkan secara rutin setiap bulan sebagai upaya menjaga ketahanan ekonomi warga. Dari total dana desa, sekitar 15 persen kami alokasikan khusus untuk program BLT,” terangngnya.
Ia menjelaskan, penerima bantuan merupakan hasil verifikasi dari tim Poskesos desa yang memastikan agar penyaluran benar-benar menyentuh kelompok yang paling membutuhkan. Mayoritas penerima adalah lansia, warga tanpa pekerjaan tetap, dan keluarga dengan tingkat ekonomi rendah.
“Mereka yang menerima rata-rata sudah tidak bekerja dan tidak memiliki sumber penghasilan. Karena itu, bantuan ini difokuskan kepada mereka yang memang berada dalam kondisi sulit,” ujarnya.
Arsyad mengakui, meskipun jumlah bantuan tidak terlalu besar, namun keberadaannya sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. “Bagi sebagian warga, Rp300 ribu sangat berarti. Setidaknya bisa membantu membeli bahan makanan atau kebutuhan rumah tangga lainnya,” katanya.
Program BLT-DD di Desa Loa Duri Ulu telah berjalan selama 10 bulan di tahun 2025. Namun, sempat terjadi keterlambatan penyaluran selama dua bulan akibat proses pencairan dana desa di tingkat pusat yang memakan waktu. Setelah dana diterima, penyaluran kembali dilakukan secara normal.
“Bagi kami, yang terpenting adalah bantuan ini bisa sampai ke tangan warga tepat waktu dan tepat sasaran. Semoga program ini terus berjalan agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” tutupnya. (Adv)
Editor: Erwin