Kepala Desa Loa Janan Ulu, Suparyo menjelaskan pelatihan ini diikuti 144 kader dan pengurus posyandu dari total 304 orang yang tersebar di 16 posyandu. Meski belum semua kader bisa mengikuti kegiatan tahun ini, pihaknya berkomitmen untuk melaksanakan pelatihan lanjutan agar seluruh kader memahami penerapan SPM secara merata.
“Setiap posyandu memiliki 19 pengurus, dan karena keterbatasan anggaran APBDes, baru sebagian yang bisa kami latih. Namun ke depan, kami ingin semua kader ikut agar kualitas pelayanan di setiap posyandu semakin meningkat,” ungkapnya.
Ia menuturkan, ke-16 posyandu di Loa Janan Ulu saat ini melayani 36 RT, dengan cakupan 1 hingga 3 RT per posyandu, tergantung sebaran penduduk dan jarak antarwilayah. Kondisi tersebut menjadi alasan pentingnya peningkatan kapasitas kader agar layanan masyarakat bisa berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
Dalam pelatihan ini, para kader mempelajari enam bidang utama SPM, meliputi kesehatan, pendidikan, perumahan umum, ketenteraman dan ketertiban, sosial, serta pemberdayaan masyarakat.
“Kalau dulu posyandu identik dengan pelayanan kesehatan, sekarang cakupannya jauh lebih luas. Kader diharapkan tidak hanya aktif di bidang kesehatan, tetapi juga mampu membantu masyarakat dalam berbagai urusan pelayanan dasar,” jelasnya.
Suparyo menegaskan peran kader posyandu kini semakin vital dalam mendukung program pemerintah desa.
“Mereka adalah ujung tombak pelayanan, yang setiap hari berhadapan langsung dengan warga. Dengan pemahaman yang baik terhadap enam SPM ini, kami optimistis kualitas pelayanan publik di Loa Janan Ulu akan semakin baik,” pungkasnya. (Adv)
Editor: Erwin