Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Muara Jawa Ulu, Kecamatan Muara Jawa, Sebta Natanail Silalahi mengucapkan terima kasih atas semua dukungan dari seluruh pihak sehingga kegiatan perdana ini bisa berlangsung dengan sukses dan lancar.
Menurutnya, sumpit adalah warisan budaya leluhur di Kalimantan yaitu senjata untuk berburu dan alat pertahanan diri namun seiring waktu sumpit sudah diangkat menjadi salah satu jenis olahraga tradisional yang semakin hari semakin digemari oleh semua kalangan masyarakat.
Ada dua kategori jarak tembak Sumpit yang dipertandingkan pada event perdana ini yaitu kategori 10 meter untuk Putri dan 15 meter untuk putra dengan posisi berdiri posisi jongkok.
“Saya berharap lomba olahraga tradisional sumpit ini makin dikenal seluruh masyarakat dan terus berkembang apalagi saat ini Muara Jawa masuk dalam wilayah IKN jadi budaya lokal harus dikembangkan,” harap Sebta kepada Korankaltim.com, Minggu (12/10/2025).
Sebagai Informasi para pemenang lomba menyumpit kategori putra, juara pertama diraih oleh Ricky, juara kedua Filbert, juara ketiga Sebta.
Pemenang kategori putri juara satu Linda, juara kedua Suzanna Ginting dan juara ketiga Lidya. Penyerahan hadiah berupa plakat, piagam dan uang pembinaan diwakili oleh dan Danramil Muara Jawa, Kapolsek Muara Jawa, Kelurahan Muara Jawa Ulu dan Ketua Panitia Marthinus Eliyas.
Marthinus Eliyas atas nama kepanitiaan mengucapkan terima kasih kepada para tokoh masyarakat. “Terima kasih Haji Ibramsyah, Haji Ahmad Taufik, Haji Aris, Bung Junius, Bung Sebta, Bung Sadam, Bung Japran, Bung Arifin Aji, tak lupa dukungan dari muspika Muara Jawa serta kawan-kawan LPM dan karang taruna, RKB, Koppad Borneo, Laung Kuning, LPDKT, Mahkota Tatau 101 dan semua pihak yang sudah membantu terlaksananya lomba menyumpit ini,” ucap Marthinus Eliyas yang merupakan atlet menyumpit andalan Muara Jawa dan Kukar ini.
Sementara itu, Danramil Muara Jawa, Maryono mengapresiasi dan terima kasih atas terlaksananya kegiatan lomba menyumpit yang luar biasa antusias diikuti masyarakat. Hal senada ditambahkan Kapolsek Muara Jawa Iptu Wayan Edi Surya yang mengakui belum pernah turun langsung dan mencoba bagaimana cara menyumpit sehingga bisa tepat pada target.
Jadi menurutnya kerja keras kawan-kawan pecinta patut diapresiasi dan dihargai dalam melestarikan budaya lokal masyarakat di Kalimantan. (Adv)
Editor: Erwin