Kepala Desa Loa Kulu Kota, Mohammad Rizali, mengatakan turnamen ini menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan minat di bidang olahraga.
“Kami ingin kegiatan ini tidak hanya sekadar pertandingan, tapi juga ajang mempererat silaturahmi dan menumbuhkan semangat sportivitas di kalangan masyarakat,” ujarnya.
Untuk kategori putri, pertandingan bersifat open se-Kabupaten Kutai Kartanegara, sedangkan kategori putra bersifat open bebas, sehingga turut menarik minat berbagai klub dari luar wilayah Loa Kulu. Hal ini menjadikan atmosfer kompetisi semakin menarik dan kompetitif.
Pertandingan dijadwalkan berlangsung selama sepekan, mulai 4 hingga 11 Oktober 2025, menggunakan sistem gugur.
Suasana meriah tampak di Taman Literasi Desa Loa Kulu Kota, yang dipenuhi penonton dari berbagai kalangan. Sorak dukungan dari warga menjadi suntikan semangat tersendiri bagi para pemain untuk tampil maksimal di setiap laga.
Menurut Rizali, kehadiran masyarakat yang begitu antusias menjadi bukti bahwa olahraga masih memiliki tempat istimewa di hati warga.
“Kami melihat kebersamaan dan kegembiraan warga menjadi energi positif yang harus terus dijaga. Ini bukti nyata bahwa olahraga mampu menyatukan kita semua,” tambahnya.
Lebih jauh, ia berharap turnamen ini dapat menjadi agenda tahunan desa yang terus dikembangkan dengan dukungan semua pihak. Selain sebagai hiburan rakyat, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan generasi muda agar lebih produktif dan menjauh dari hal-hal negatif.
“Turnamen voli ini adalah bagian dari upaya kami membangun semangat olahraga di Kecamatan Loa Kulu, sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap desa sendiri,” pungkasnya. (Adv)
Editor: Erwin